Pejabat PU Terjerat OTT

By on March 2, 2017
Pejabat PU Terjerat OTT  Jadi Tersangka

Jadi Tersangka

 

Kereneng, DenPost

Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Bali melakukan gelar perkara kasus operasi tangkap tangan (OTT) atas mark-up (penggelembungan) sewa kios dengan tersangka Hartana (Ha), Rabu (1/3) kemarin. Kepala Wisma Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilayah III Denpasar ini dijerat Pasal 12 huruf e UU No.20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, Rabu (1/3) kemarin mengatakan, kasus OTT di tanah milik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Wilayah III di Jalan Raya Kuta No.195, Kuta ini, ditangani penyidik Ditkrimsus. “Tersangka telah ditahan. Saat ini (Rabu kemarin) penyidik melakukan gelar perkara kasus tersebut,” tegasnya.

Menurut AKBP Hengky, penangkapan tersangka Hartana dilakukan 11 anggota Direktorat Intelkam Polda Bali. Kronologi penangkapan tersangka, berawal dari laporan salah satu penyewa kios berinsial TO. “Yang bersangkutan (TO) mengaku menjadi korban pungutan liar, sebab dia diwajibkan membayar ongkos sewa kios Rp 70 juta setahun oleh tersangka. Padahal penyetoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk sewa satu unit kios ke negara sebesar Rp 34.760.000. Dengan demikian terjadi pungli Rp 35.240.000 atau dua kali lipat dari penyetoran PNBP,” tegasnya.

Mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini menambahkan, TO merasa dipaksa melalui telepon dan SMS agar membayar biaya sewa paling lambat 28 Februari 2017. Sedangkan dalam perjanjian pelunasan sewa-menyewa paling lambat 30 April 2017 mendatang.

Dari enam unit kios yang disewakan, tiga penyewa telah melakukan pembayaran Rp 70 juta kepada tersangka. Dengan demikian, total uang yang diterima tersangka Hartana sebesar Rp 420 juta. “Dari tiga unit kios yang telah dibayar penyewa, total dana PNBP-nya sebesar Rp 208.560.00. Ada dugaan terjadi kelebihan uang sewa sebesar Rp 211.440.000. Kelebihan itu dimasukkan ke rekening tersangka,” tegas AKBP Hengky.

BACA  Denpasar Dilanda Hujan Lebat

Apakah ada kemungkinan ada tersangka lain? Hengky mengatakan, saat itu baru Hartana.  Walau demikian, kasusnya terus dikembangkan.

Apakah ada yang menyuruh tersangka atau setidaknya ada staf lain yang mengetahui kasus mark-up itu? “Perkembangan terbaru akan kami sampaikan selanjutnya,” tegasAKBP Henky kepada media.

Sebelumnya DenPost memberitakan, tersangka Hartana dibekuk di kantornya di Jalan Raya Kuta No.195, Kuta, Selasa (28/2) lalu sekitar pukul 11.00. Tersangka tertangkap tangan saat pelapor menyetorkan uang pelunasan sewa kios di luar dana PNBP. (124)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>