Opini Bali Edisi 2 Maret 2017

By on March 2, 2017

Pertuni Badung Berharap Bertemu Bupati

TAK seperti Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Denpasar yang kerap terpublikasikan, Pertuni Badung justru hampir tak terdengar gaungnya. Jarang yang memperbincangkan bagaimana kiprah organisasi yang menaungi para penyandang tuna netra di Badung tersebut. Rabu (1/3), Ketua Pertuni Badung, AA Mayun Juliawan, dalam acara Citra Bali Terkini yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta. Mereka berharap bisa bersilaturahmi dengan Bupati sembari menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi. Selain terkait hal itu, pendengar lainnya juga ada yang menyoroti soal kualitas produk dalam negeri dan kunjungan Raja Arab Saudi. Berikut rangkuman Suryawati Ananta.

Ingin Bertemu Bupati
Saya mewakili Pertuni Badung, melalui media ini memohon kepada Bupati Badung agar kami bisa bertemu dan bersilaturahmi. Menyampaikan segala permasalahan kami sebagai penyandang disabilitas tuna netra. Semoga permohonan kami ini mendapat tanggapan dan perhatian dari bapak Bupati Badung. Terima kasih.
Anak Agung Mayun Juliawan, Ketua Pertuni Kabupaten Badung

 

Kualitas Makin Rendah
Bukannya tidak cinta produk dalam negeri, tetapi makin lama kualitasnya makin rendah. Contoh, keluaran pertama barang tersebut sangat bagus, begitu keluaran berikut dan berikutnya makin jelek. Hingga makanan dan minuman juga seperti itu. Bahkan, di Bali seperti dagang jaje, dulunya enak, pembelinya makin banyak, justru jaje-nya makin tidak enak dan yang jual makin judes. Bagaimana bisa bersaing di era MEA?
Mursi, Denpasar

 

Libur Bersama
Akhir Maret (rangkaian Hari Raya Nyepi) hingga pertengahan April (rangkaian Hari Galungan, Kuningan) akan ada libur panjang bersama. Bagaimana dengan layanan publik kepada masyarakat, seperti bank, pajak, samsat dan lain-lain? Apakah akan tetap buka atau kita dibiarkan terlambat tanpa harus bayar denda?
Ugi, Kediri

 

BACA  Jumlah Paket Soal UN 2017 Tak Jelas

Siaran Trisandya
Ada satu TV jaringan nasional yang tiap hari memotong awal dan akhir Trisandya. Di awal, OM-nya hanya terdengar dua kali (harusnya tiga kali), dan Trisandya belum tuntas sudah dipotong. Terlihat sangat kecil dan sepele, tapi ini adalah hal prinsip dan berarti luar biasa.

Masih ada radio yang bandel sering tidak memutar Trisandya dengan alasan kendala teknis. Apakah sebegitunya?  KPID sepertinya tidak ngeh dengan hal-hal seperti itu.
Erik, Denpasar

 

Kasus Freeport
Kasus Freeport akan dibawa ke pengadilan internasional. Saatnya pemerintah berjuang khususnya untuk kesejahteraan rakyat Papua dan Indonesia pada umumnya.
Arik, Karangasem

 

Sudah Memilih Bali
Kedatangan Raja Arab ke Bali tidak mungkin disambut dengan tarian Pendet atau tarian penyambutan lain. Namun tidak masalah. Yang pasti Raja Arab sudah memilih Bali sebagai tempat berlibur. Mudah- mudahan kunjungan Raja Arab ke Indonesia membawa sesuatu yang baik bagi Bali dan Indonesia
Agung Purnawijaya, Blahbatuh

 

Kaya Minyak
Indonesia dan Arab Saudi sama-sama  kaya minyak. Kenapa Arab bisa lebih kaya? Apakah karena kebijakan dan cara mengelola ekonomi negaranya? Kenapa tidak berguru soal ekonomi ke Arab?
Petran, Bangli

 

Fokus Agraris
Alam Arab beda dengan Indonesia. Arab fokus pada minyak. Sementara Indonesia negara agraris. Mungkin manajemen negaranya dikelola dengan bagus.
Suardana, Gubug

 

Samsat Ribet
Saya kaget dan merasa ribet saat nyamsat kendaraan saya di Badung. Saya harus ganti nomor polisi (ganti plat) karena nopol kendaraan saya diawali angka 8, yang katanya hanya untuk nomor-nomor tertentu, seperti ambulans dan lain-lain.  Untuk pengurusannya, dari Mengwi saya harus ke Polda. Selesai Polda saya harus balik lagi ke Mengwi. Nopol harus diganti, urus sendiri tanpa kompensasi. Padahal dulu saya diberikan nomor tersebut tanpa minta atau memesan. Kenapa kita yang harus ribet?
Febri, Denpasar

 

BACA  Opini Bali Edisi 18 September 2015

Zaman Kaliyuga
Zaman Kaliyuga sudah termuat dalam kitab suci Bhagavadgita. Dan, begitulah adanya. Saat semakin hari kebaikan terkikis oleh kejahatan dan keangkaramurkaan. Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali membersihkan diri dengan selalu menyebut nama suci Tuhan.
Jro Wijaya, Kintamani

 

Sumpah Jabatan 
Setiap mengawali jabatan atau sidang, pasti akan ada sumpah di bawah kitab suci. Namun dalam pelaksanaannya, sumpah sering diingkari dan diabaikan. Mungkin sumpah cor ataupun sumpah pocong perlu dipertimbangkan untuk dilakukan para pejabat.
Bratayasa, Sangeh

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>