Berburu Pembuang Limbah di Drainase Ngurah Rai

By on March 1, 2017
LIMBAH BARU - Petugas DLHK Badung saat mengambil sampel cairan diduga limbah berbau busuk di depan Baseops Lanud Ngurah Rai, Selasa (28/2) kemarin.

Aparat Turun, ACS Bantah Sebagai Pelaku

 

Tuban, DenPost
Teror limbah berbau busuk yang menyusup di drainase kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, memantik reaksi keras Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Contoh cairan limbah itu sudah diambil DLHK yang turun ke lokasi, Selasa (28/2) kemarin untuk diteliti.

Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup DLHK Kabupaten Badung, I Wayan Sueca, mengaku belum berani memastikan cairan itu limbah atau bukan sebelum hasil penelitian keluar. Namun, secara kasatmata melihat cairan pekat itu, dia menduga ada limbah yang tercampur di sana. Karena genangan cairan muncul saat tidak ada hujan, dia mensinyalemen ada sumber lain cairan tersebut. Sedangkan pipa pembuangan limbah milik ACS masih tertutup rapat, jadi tidak mungkin ada limbah yang menetes ke drainase. Jika setelah hasil laboratorium keluar dalam waktu 14 hari terbukti ada limbah di sana, dia berjanji kembali ke lokasi untuk memburu pembuang limbahnya.

Lebih jauh dipaparkan, pengambilan contoh cairan dilakukan di dua titik. Yakni di saluran drainase terbuka, dan dari sistem pengolahan limbah milik ACS. Meski begitu, dia tidak menuding ACS adalah salah satu pembuangan limbah tersebut. “Pengambilan sampel ini dilakukan, selain untuk mengukur baku mutunya, juga untuk mengetahui keterkaitan satu sama lain. Nanti hasil uji lab baru akan diketahui 14 hari ke depan,” paparnya.

“Sampai saat ini, secara kasatmata kami lihat itu tidak ada keterkaitan dengan ACS. Karena saluran yang kami tutup pada bulan Oktober 2016 lalu, itu kami lihat masih tertutup rapat. Kalau seandainya itu ada upaya pembukaan paksa, kan itu pasti berbekas,” imbuh Sueca membeberkan hasil pengecekan bersama Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan DLHK Badung, I Wayan Sudiana, serta anggota tim DLHK lainnya.

BACA  Eceng Gondok Kembali Meluas

Di kesempatan terpisah, Executive Manager Operation Aerofood ACS, Ni Made Aryagandhi, menjamin limbah yang menebar bau busuk di drainase itu bukan berasal dari perusahaannya. Sebab, saluran pembuangan limbah milik ACS sekarang masih dalam posisi tertutup rapat.
“Segel penutupnya itu masih terpasang. Dan kami pun tidak berani kutak-kutik itu. Kami jamin, ACS sekarang ini sudah tidak buang limbah ke sana,” serunya sembari mendukung aparat pemerintah menemukan pembuangan limbah sesungguhnya.

“ACS sudah berusaha tidak melakukan pencemaran lingkungan. Tapi nyatanya sekarang di drainase yang sama juga muncul hal serupa. Jadi, kami berharap agar itu juga ditelusuri, biar sama-sama,” harapnya bernada menyindir. (113)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>