Terulang, Drainase di Ngurah Rai Diteror Limbah Busuk

By on February 28, 2017
BAU MENYENGAT - Cairan berbau busuk kembali muncul di drainase depan EOC Lanud Ngurah Rai, Senin (27/2). Pelanggaran lingkungan seperti kutukan di drainase bandara bertaraf internasional ini.

Tuban, DenPost
Drainase di depan Emergency Operational Center (EOC) Lanud Ngurah Rai seakan “dikutuk” untuk tidak lepas dari bau busuk cairan limbah. Jika sebelumnya Aerofood Catering Service (ACS) yang jadi pangkal masalah karena diduga membuang limbah, kini air warna hitam berbau busuk kembali muncul di drainase ini. Saking busuknya, bau itu mengusik kenyamanan sejumlah awak media yang berkumpul di kawasan ini menunggu jumpa pers terkait kedatangan Raja Arab Saudi, Senin (27/2) kemarin.

Selain menimbulkan rasa tak nyaman, cairan limbah yang dibuang ke selokan ini juga memancing penasaran para awak media. Beberapa di antaranya ada yang mengambil gambar dari hal yang tidak sepatutnya terjadi di kawasan bandara berkelas dunia ini.

General Manajer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengaku belum tahu persis kondisi yang dikeluhkan wartawan tersebut. Makanya dia minta waktu untuk memeriksa cairan apa sebenarnya yang melahirkan bau busuk itu. “Sebelah mananya ya Mas? Nanti coba kami akan cek dulu, saya belum tahu kondisinya seperti apa,” ucapnya.

Namun, jelasnya, Bandara Ngurah Rai wajib ramah lingkungan. Itu artinya, imbuh Yanus, jika terbukti  terjadi pencemaran, dia akan menindak tegas pelakunya. Dia mencontohkan bagaimana ketegasan menutup saluran pembuangan limbah milik satu usaha yang terjadi beberapa bulan silam. Langkah itu dilakukan, karena pemeliharaan drainase yang berada di kawasan Bandara Ngurah Rai tersebut memang menjadi tanggungnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Putu Eka Merthawan, yang dihubungi terpisah, tak urung menyatakan terkejut dan menyesalkan adanya masalah itu. Alasannya, beberapa waktu lalu Tim Badan Lingkungan Hidup (BLH) sebelum bergabung menjadi DLHK sudah pernah turun ke lokasi. Bahkan juga mengganjar sanksi tegas dengan menutup saluran limbah milik ACS yang ketahuan “merembes” ke drainase tersebut.  “Jika ada temuan lagi, itu prioritas kami. Apalagi jelang kedatangan Raja Arab. Kan tidak enak jalur tersebut bau. Jika mereka melanggar, kami akan tindak sesuai sanksi yang berlaku,” ancamnya dengan nada kesal.

BACA  Cegah Kedaluwarsa, Logistik Pengungsi Dipilah

Untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran lingkungan oleh instansi yang ada di kawasan Bandara, Selasa hari ini dia akan menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi. “Besok kami akan turun dengan tim khusus penanganan limbah, lengkap dengan tim laboratorium. Cairan tersebut akan langsung kami uji,” tegasnya sembari berjanji memburu sumber limbah tersebut sampai dapat. (113)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>