Belum Rampung, Museum Kerang Ramai Dikunjungi Wisatawan

By on February 27, 2017

Serangan, DenPost

Meskipun museum kerang di Serangan belum  rampung, kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara tetap ramai. Kunjungan wisatawan ke museum tersebut lebih dari 50 orang per bulan, sebelumnya hanya 20-30 orang.

”Museum belum selesai karena fasilitas di dalammnya belum lengkap, seperti lampu, AC dan perelangkapan lainnya. Penataan kerangnya juga belum  rampung. Namun wisatwan yang berkunjung  terus mengalami peningkatan. Bila museum ini ke depan sudah rampung, kunjungan wisatawan terus menigkat,” kata Ketua Kelompok King Saguna Jaya di Serangan, I Made Kanan Jaya, Minggu (26/2) kemarin.

Selain fasilitas tersebut, menurut Kanan Jaya, penyimpanan kerang (etalase) masih minim. Sehingga kerang yang dikumpulkan sejak satu tahun lalu sebagaian dipajang di bawah atau lantai. ”Kerang yang dilindungi dan ukurannya sedang saya pajang di rak dan yang lainnya ditaruh di bawah,”  ujarnya.

Dia berharap, pemerintah tidak hanya membantu pembuatan gedung, melainkan fasilitas lainnya seperti interior. Sehingga wisatawan yang berkunjung bisa lebih nyaman. Karena pembanguan gedung dibantu Pemerintah Kota Denpasar. ”Kami keterbatasan biaya, dan membutuhkan bantuan perlengkapan lainnya. Setidaknya, kerang-kerang yang kami kumpulkan memiliki tempat penyimpanan yang layak,” tuturnya.

Dia mengakui, fasilitas dan penataan  museum sampai saat ini belum selesai. Namun sudah melakukan pendekatan dengan travel-travel yang ada di Bali.  Rampungnya museum tersebut, travel yang dijajaki bisa bekerja sama mendatangkan wisatawan.

Dia menjelaskan, potensi museum kerang untuk mendatangkan atau meningkatkan kunjungan wisatawan cukup besar. Wisatawan saat mengunjungi museum akan mendapatkan pengetahuan dan mengetahui berbagi jenis kerang yang dilindungi. Di tempat tersebut sudah disipakan lebih dari lima jenis. Salah satunya berusia hingga ratusan tahun. ”Kerang yang kami pajang semuanya mati dan ditemukan di laut,” ucapnya.

Kanan Jaya menambahkan, selain wisatwan berkunjung ke museum kerang, ada juga dari sekolah untuk belajar mengenai kerang dan membuat kerajinan. Tidak sedikit mereka belajar membuat kerjainan kerang tersebut dari dinas-dinas terutama luar daerah. (126) 

Komentar

Komentar

BACA  Serangan Kera Bukit Usam Mengganas

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>