Selamatkan Sertifikat dan Uang, Pemilik Warung Terpanggang

By on February 24, 2017

Denpasar, DenPost

Garis polisi terlihat masih terbentang di depan puing-puing warung sembako di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) timur, atau di sebelah timur traffic light simpang Jalan Trengguli-Jalan Sulatri-Gatsu, Dentim, Rabu (22/2) pagi kemarin. Kebakaran hebat di warung tersebut menyebabkan pemiliknya, I Made Astawa (40), tewas terpanggang.

Kebakaran di warung sembako itu terjadi sangat cepat, lantaran api menyambar bensin dan puluhan tabung elpigi. Sebelum musibah terjadi, Made Astawa, dan istrinya, Ni Luh Widiani (35), serta tiga anaknya, dikejutkan dengan ledakan dari meteran listrik sekitar pukul 23.30. “Warung yang terbakar ini biasanya buka hingga dini hari. Pemiliknya (Made Astawa) tinggal di warung. Mereka di sana ngontrak sejak tiga tahun,” kata seorang warga.

Begitu mendengar ledakan, sambung warga, Made Astawa dan istrinya melihat meteran listrik di tembok warung di luar kamar tidur, lantaran keluar api. Api seketika menyambar bensin di dalam botol yang dijual. Akibatnya ledakan tak terelakkan. Tidak sampai disana. Api juga melalap isi warung, tabung elpiji 3 kg, mobil pikap, dua motor, dan barang-barang lainnya. “Usai menyelamatkan istri dan anaknya, Made Astawa mencoba memadamkan api dengan alat seadanya,” imbuh warga.

Lantaran api tak kunjung padam, Made Astawa menerobos api masuk kamar bermaksud menyelamatkan barang-barang berharga. Namun pria asal Rendang, Karangasem tersebut, tidak kunjung keluar kamar, karena api keburu menyebar ke seluruh rumah. “Korban sudah dilarang masuk oleh istrinya, tapi dia nekat menerobos api,” ucap warga.

Setelah empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Ironisnya, tubuh Made Astawa ditemukan gosong di belakang mobil pikap, dengan posisi mendengkul menghadap ke timur. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan lebih dari Rp 300 juta.

BACA  Galian C Longsor, Tiga Warga Nuda Penida Tewas

Istri korban, Widiani, dan tiga anaknya, Gede Wahyu Suniantara (14), Kadek Desi Antarini (9) dan Komang Agus Adi Pranata (1) selamat. Tapi mereka masih syok dan trauma.

Sementara itu jenazah Made Astawa dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Rabu (22/2) dini hari kemarin guna diperiksa.  Hasil pemeriksaan luar, Astawa mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuh.

Menurut Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr.Dudut Rustyadi, korban mengalami luka bakar derajat 2-3, dan tulang korban  sampai terlihat.

Kanit Reskrim Polsek Dentim AKP Nyoman Darsana seizin kapolsek mengatakan penyebab kebakaran diduga sekring listrik meledak. “Kasusnya masih diselidiki, termasuk kerugiannya. Seorang tewas terjebak saat berupaya menyelamatkan barang di dalam kamar,” tegasnya. (124/126)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>