Kelanjutan Dermaga Cruise Makin ’’Gabeng’’

By on February 23, 2017
PELABUHAN TANAH AMPO - Pemerintah berencana membangun jetty ramdor dan breakwater untuk optimalisasi Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo. Namun, sejauh ini anggaran pembangunan Rp 52 milyar belum direalisasikan, karena masih ada sejumlah berkas yang belum lengkap.

Amlapura, DenPost

Pemkab Karangasem berkeinginan Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo segera dapat difungsikan dengan terus melakukan lobi anggaran ke pusat. Namun belakangan kelanjutan pembangunan dermaga cruise itu makin gabeng (tidak jelas). Pemerintah Pusat memang sudah menyediakan anggaran, tapi sejauh ini belum ada tanda-tanda akan dicairkan.

Kondisi kurang mengenakkan itu diakui Kadis Perhubungan Karangasem, IB Putu Swastika. Pihaknya mengaku sudah sempat mengecek perencanaan anggarannya ke Kementerian Perhubungan, tapi pos anggaran yang ada masih diisi tanda bintang. ’’Saya tidak ngerti maksudnya tanda bintang itu,’’ katanya Rabu (22/2) kemarin.

Program lanjutan dari proyek yang dimulai pada masa Bupati Wayan Geredeg itu berupa pembangunan break water dan jetty ramdor. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan rencananya akan mengucurkan dana Rp 52 milyar.

Swastika mengatakan proses selanjutnya didelegasikan kepada Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan(KSOP) Padang Bai selaku Satuan Kerja Pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo. Meski sudah ditangani Satker, Pemkab Karangasem tetap melakukan pendekatan sehingga proyek sudah bisa digarap tahun 2017 ini.

Dihubungi terpisah, KSOP Padangbai, I Ketut Gede Sudarma, mengakui saat ini anggaran pembangunan jetty ramdor dan breakwater masih berisi tanda bintang. Tanda bintang itu, menurut dia, menandakan bahwa masih ada berkas-berkas yang belum lengkap dan saat ini pihak Satker masih menunggu informasi lebih lanjut terkait berkas yang dinyatakan belum lengkap tersebut. ’’Kita masih menunggu review dari Pusat,’’ katanya.

Meski masih ada kendala dari sisi administrasi, Sudarma optimis program untuk optimalisasi pelabuhan cruise itu akan terlaksana tahun 2017 ini. Keyakinan itu muncul karena anggaran Rp 52 milyar tersebut sudah terpasang dan sudah masuk Daftar Isian Pelaksanan Anggaran (DIPA) ASDP Padangbai.

BACA  Irigasi Jebol, Puluhan Hektar Terancam Kekeringan

Pelabuhan Tanah Ampo mulai dibangun tahun 2008 dan sudah cukup lama mangkrak. Pelabuhan yang telah menelan anggaran ratusan milyar itu tidak bisa disandari kapal pesiar, karena dermaga kurang panjang, hanya sekitar 150 meter. Jetty ramdor sebagai solusi untuk sandar skoci, sedangkan breakwater untuk menyiasati kuatnya arus air laut. (117)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>