Terjaring OTT

By on February 15, 2017
Pascadipecat Jadi Polisi, Keramas Jadi Tersangka

Semua Petugas Pungut di Kintamani Terancam Dipecat

 

Bangli, DenPost

Tindakan tegas Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Bangli yang menangkap 10 petugas pungut retribusi pariwisata Kintamani mendapat dukungan Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Ulah ke-10 petugas pungut yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu dinilai merugikan PAD Bangli hingga miliaran rupiah. Karena itu, Wabup minta Kapolres Bangli agar membongkar pihak-pihak yang mendapat kucuran hasil pungli tersebut.

‘’Kami sangat mendukung kinerja Polres Bangli dalam menyelamatkan PAD. Kapolres dan jajarannya kami harapkan mampu membongkar detail pihak-pihak yang terlibat,’’ ujar Sedana Arta, Selasa (14/2) kemarin.

Ditegaskannya, siapa pun yang terlibat, baik PNS internal Pemkab Bangli, atau tokoh masyarakat, agar dibongkar. Berdasarkan hitungan, satu posko dalam keadaan wisatawan sepi bocor hingga Rp 4 juta dalam beberapa jam. Jika dihitung, Sedana Arta memastikan total kerugian setahun mencapai miliaran rupiah. Tindakan petugas pungut yang terjaring OTT ini dinilai tak sejalan dengan semangat Pemkab Bangli untuk memberantas korupsi. ‘’Praktik ini juga sangat merugikan masyarakat Bangli. Tindakan ini tentunya sangat mengganggu perencanaan pembangunan,’’ imbuhnya.

Tindak lanjut penangkapan tersebut, Wabup akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan nasib puluhan petugas pungut di Kintamani. Tidak menutup kemungkinan, seluruh petugas di pos pungut tersebut bakal dipecat. ‘’Semuanya bisa diganti karena tindakannya merugikan PAD,’’ tegasnya.

Ditambahkan pula, para pemandu wisata, dan agen travel agar tidak mau diajak main-main.

Sebelumnya Kapolres Bangli AKBP Danang Beny Kusprihandono mengatakan, Tim Saber Pungli yang dipimpin Kasatreskrim AKP Deni Setiawan menangkap 10 petugas pungut retribusi pariwisata dari pos Banjar Petung dan Simpang Tiga Sekaan, Kintamani. Ke-10 petugas pungut yang terjaring OTT yakni  Nyoman Desi Dharmadi (47), Ketut Suardana (47), keduanya warga Banjar Dana Petapan, Batur Utara, Komang Nawasara asal Banjar Gatra Kencana, Batur Utara,  Ketut Ardana (48) asal Banjar Dinas Ketung, Batur Utara, Wayan Supriman (50) asal Banjar Kerta Budi, Desa Batur Selatan, serta Ketut Ardin (50) asal Banjar/Desa Batur Tengah. Sedangkan dari pos pungut Simpang Tiga Sekaan yang diamankan yakni Nyoman Muliada (46) asal Dusun Catur Parhyangan, Batur Utara, Nyoman Litawan (47) asal Banjar Karuna Gunung Sari, Gede Adhi Ariyana (49) asal Batur Utara, serta Ketut Kampiun (58) asal Banjar/Desa Kedisan, Kintamani.

BACA  Opini Bali Edisi 29 Januari 2016

Kapolres Bangli AKBP Danang menjelaskan, perbuatan curang itu berlangsung sejak lama dengan menggunakan sejumlah modus. Petugas pungut itu sering tidak memberikan karcis kepada para pemandu wisata, sopir maupun tamu, yang datang namun tetap menerima sejumlah uang. Modus lainnya kendati memberikan karcis masuk, namun tidak sesuai dengan jumlah wisatawan. Kapolres mencontohkan, satu kendaraan yang membawa tiga wisatawan, namun karcis yang diberikan enam lembar. ‘’Pemungut retribusi ini juga sering memberikan karcis lokal kepada wisatawan asing. Tapi pembayarannya sesuai karcis untuk wisatawan asing. Kondisi ini tentunya sangat merugikan PAD Bangli,’’ tandasnya. (122)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>