Opini Bali Edisi 15 Februari 2017

By on February 15, 2017

Setahu saya pertandingan sepakbola jam istirahat yaitu 45 menit setelah pertandingan berlangsung, istirahatnya 15 menit. Akan tetapi kemarin malam saya noonton pertandingan Bali United, ada break water (istirahat minum), selain pertandingan terganggu saat-saat keseruan akan hilang. Untuk itu saya mohon agar istirahat minum dihilangkan, disamping pemainnya jangan kebanyakan orang luar negeri.
Arya, Denpasar.

Hari Valentine Day tidak harus ditumpahkan kepada pasangan dan keluarga saja. Dengan situasi sekarang ini Bali terkena musibah dimana-mana, seperti di Kintamani. Saya berharap kepada masyarakat agar mencurahkan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan bantuan, baik itu moral atau materi.
Waya Gama, Singaraja.

 

Hari kasih sayang sudah disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin mengumbar nafsunya. Untuk menghidari hal tersebut, karena selama ini himbauan dan larangan pemerintah tidak berjalan, maka dari itu kita mulai dari diri sendiri, terutama mengawasi putra-putri kita agar tidak kebablasan mengartikan hari valentine day.
Agung Purnawijaya, Blahbatuh.

 

Saya merasa kasian kepada petugas Kepolisian yang bertugas di Bundaran Ngurah Rai, karena petugas harus hujan-hujanan dan berpanas-panas untuk mengatur lalulintas. Saya sarankan agar pihak terkait memasang kembali lampu traffic light, sehingga memudahkan para petugas.
Beny, Kuta.

 

Kenapa atuaran tidak dirubah sedikit saja, sehubungan dengan petahana yang mencalonkan diri kembali. Karena setelah cuti kampanye habis, maka petahana bisa tugas kembali, menurut saya, cuti itu diperpanjang sampai pemilihan selesai, baru tugas kembali. Karena takutnya ada indikasi, kalau petahana ini menggunakan kekuasaan untuk mengambil simpati pemilihnya.
Suardana, Gubug Tabanan.

 

Kelestarian, keindahan, kenyamanan dan keamanan semakin tidak dirasakan, apabila pedagang kaki lima (PKL) menjamur dengan tidak ada penataan yang jelas. Seperti di Bajra Tabanan, pedagang PKL ada yang berjualan di trotoar dan tempat yang lain, mohon kepada petugas agar segera menertibkan.
Mangku Ireng, Bajra Tabanan.

 

BACA  Warga Jembrana Geger, Sehari Ditemukan Dua Mayat

Saya mengapresiasi kebijakan Presiden berupa sapu bersih pungli (Saber). Untuk itu, jangan takut untuk melaporkan apabila mengalami dan menemukan pungli.
Wilson, Canggu.

 

Bali dikepung bencana, dari sinilah kita semua harus intropeksi diri. Agar menjauhi laranganNya dan mentaati aturanNya.
Bu Ayuk, Petang.

 

Kemana harus mengadu? Saya seorang petani, pada saat sakit, JKBM sudah dihapus, PNS dapat Askes, karyawan dapat BPJS. Sedangkan petani hanya dapat lumpur saja di sawah.
Merta, Payangan Gianyar.

 

Begitu banyaknya inprastruktur jalan yang rusak dan tidak ada perawatan atau perbaiki secara cepat dari dinas terkait, sehingga banyak menelan korban. Untuk itu saya, menyarankan agar dibuatkan lembaga yang secara langsung mengawasi dan mengeksekusi dalam artinya memperbaiki dan merawatan apabila ditemukan kerusakan. Seperti dijalan Jembatan Singin-Brengbeng Tabanan, lubangnya sangat besar, sudah banyak korban yang jatuh, mohon segara ditindaklanjuti.
Gusti , Renon.

 

Sayan heran sama DPR di Jakarta, padahal tupoksinya adalah legeslasi, budgeting dan pengawasan, akan tetapi kenapa kasus Ahok harus buat hak angket? Apakah itu tidak ujung-unjung uang dan proyek saja? Karena setiap pertemuan pastilah ada dananya.
Febri, Denpasar.

 

Saya setuju adanya kebijakan sapu bersih pungli (Saber). Akan tetapi,  jangan sampai yang terjaring Saber Pungli hanya aparat terbawah saja, seperti juru parkir. Saya berharap Saber Pungli ini memang betul-betul dilakasanakan. Hukum itu jangan hanya lancip kebawah saja.
Dengkek, Tabanan.

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>