Bangli Tanggap Darurat Bencana

By on February 13, 2017

Bangli, DenPost

Musibah longsor yang mengakibatkan 13 nyawa melayang di tiga desa di Kecamatan Kintamani, Bangli, mengundang keprihatinan. Dalam rapat tanggap bencana yang digelar jajaran Muspida Bangli, Minggu (12/2) kemarin, Bangli dinyatakan tanggap darurat bencana. Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati, keadaan darurat berlangsung seminggu sejak Jumat (10/2). ‘’Untuk menangani bencana, kami membentuk komando tanggap bencana yang dipimpin Dandim 1626/Bangli,’’ kata Wakil Bupati Bangli (Wabup) Sang Nyoman Sedana Arta.

Menurutnya, musibah yang menewaskan 13 warga Kintamani ini juga menjadi perhatian Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Pada Senin (13/2) ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa direncanakan memantau lokasi longsor. Tim dari kementerian telah datang untuk meninjau lokasi bencana di Banjar Bantas.

Menurut Sedana Arta, 26 desa di Kintamani terkena dampak cuaca ekstrem kali ini. Sedangkan bantuan logistik sejak Sabtu berdatangan. Tapi untuk pendistribusiannya ke Desa Subaya belum bisa dilakukan karena akses jalan terputus. Supaya ratusan warga tidak dihantui kelaparan, pihaknya akan mengupayakan alat berat untuk menangani material longsor. ‘’Besok siang (Senin ini) logistik harus sudah terdistribusi ke Subaya, karena persediaan sembako di sana menipis,’’ tegasnya.

Kendati jalur ke Subaya putus, sejauh ini pihaknya belum berencana mengirim logistik menggunakan helikoper. Mengingat kemiringan desa tersebut mencapai 45 derajat, maka tidak memungkinkan dilakukan helikopter. Pihaknya akan mengupayakan pengiriman logistik dengan berjalan kaki.

Sejauh ini belum semua warga yang tinggal di tempat rawan mau direlokasi ke lokasi lain yang lebih aman. Untuk itu, Sedana Arta minta aparat TNI-Polriagar berupaya meyakinkan warga sehingga mau pindah dari zona merah longsor.

Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung menambahkan, dengan ditetapkannya status darurat bencana, maka para koordinator bidang yang dibentuk segera merencanakan kegiatan. Posko utama diputuskan di Kantor Camat Kintamani serta Poskotis di Desa Songan dan Banjar Yeh Mampeh. Selain mendapat bantuan alat berat dari Yonzipur, untuk penanganan bencana, pihaknya juga mendapat bantuan 100 personel pasukan. Mereka sudah bekerja di Desa Songan, termasuk sebagian membersihkan material longsor di Desa Bantang. (122)

Komentar

Komentar

BACA  Tanpa Pengawalan Tahanan, Semua Jadwal Sidang Pidana Ditunda

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>