Tiga Desa di Kintamani Porak-poranda

By on February 11, 2017

12 Warga Tewas

 

Bangli, DenPost

Bencana tanah longsor melanda tiga desa di Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (10/2) dini hari hari kemarin. Akibatnya, 12 warga di tiga desa itu tewas. Musibah terparah terjadi di Banjar Bantas, Desa Songan. Di sana, tujuh orang terkubur akibat tertimpa longsoran Bukit Bubung Pegat, serta beberapa luka parah, dan puluhan lainnya terpaksa diungsikan.

Informasi yang dihimpun DenPost, selain di Banjar Bantas, musibah tanah longsor juga terjadi di Desa Awan yang mengakibatkan empat warga tewas. Sedangkan bencana longsor di Banjar Desa Kaja, Sukawana, menelan satu korban jiwa.

Ketujuh korban tewas di Banjar Bantas yakni Jero Balian Resmi (40), Jero Kadek Sriasih (7), Komang Agus Putra Santi (1), Gede Sentana (40), Ni Luh Bunga (40), Ni Kadek (20), serta Ni Ketut Susun (40). Mereka yang terkubur tanah longsor ini merupakan satu keluarga besar. Selain menyebabkan korban, enam korban lainnya terluka, sehingga dilarikan ke RSUD Bangli.

Warga yang dilarikan ke RSU Bangli lantaran luka berat yakni Komang Budi (17) (anak korban Gede Sentara), serta Ni Komang (14). Sedangkan tujuh warga yang luka ringan yakni Kadek Ardi (9), Jero Alep (30), Made Orta, Nang Kebit, Wayan Rusana, Made Putra, serta Wayan Parta.

Lima rumah yang juga terkena musibah tersebut, dua di antaranya rata dengan tanah. Rumah yang rata tak berbekas yakni milik Gede Sentana dan Ni Ketut Merta. Sedangkan tiga rumah lainnya milik Wayan Wartana, Gede Sarta dan Gede Arta, rusak berat. Atap bangunan hancur, termasuk sejumlah mobil dan sepeda motor tertimbun tanah.

Untuk di Desa Awan, senderan lapangan voli ambruk. Material longsoran menimpa rumah Gede Kemur Suparsa (30) hingga ambruk. Kejadian sekitar pukul 01.00 ini mengakibatkan empat korban tewas. Mereka adalah Nyoman Budiastra (45) dan Ni Nengah Parmini (37), warga Banjar Peselatan, Desa Suter, Kintamani. Keduanya adalah mertua Kemur Suparsa. Sedangkan dua korban tewas lainnya yakni Ni Kadek Rini (27) serta Ni Putu Natalia (9). Satu korban lainnya I Kadek Aris (3,5) selamat dari musibah tersebut. Saat kejadian, kelimanya tidur sekamar sehingga terkubur setelah tembok setinggi 4 meter ambruk akibat tertimpa longsoran lapangan voli.

BACA  Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Caspla Bali

Dua korban tewas itu ternyata ibu dan anak, Ni Kadek Rini dan Ni Putu Natalia. Sedangkan dua orang kerabat mereka yang menginap di rumah tersebut yakni Nengah Parmini dan I Nyoman Budiarta, keduanya dari Desa Suter, Kintamani.

Untuk di Desa Sukawana, Kintamani, longsor menimbun I Made Kawi (50), petani, hingga tak bernyawa. Sementara itu temannya, Wayan Sulang (19), menderita luka berat: patah tulang. Selain itu dua lainnya luka ringan yakni Ni Nengah Suari (55) dan seorang bayi.

Upaya evakuasi para korban berlangsung sangat lama karena medan sangat berbahaya serta licin, akibat hujan yang tak kunjung berhenti. ‘’Jenazah korban baru berhasil dievakuasi pukul 11.00. Tim dari BPBD Bangli, Kodim, polisi, serta warga, kesulitan karena medan yang berbahaya,’’ ujar sumber DenPost.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, setelah berhasil dievakuasi, semua jenazah ditempatkan dalam satu tenda depan setra (kuburan) Desa Songan. Sesuai rencana, jenazah tersebut dikuburkan tiga hari mendatang (Senin lusa). ‘’Kami juga masih berkoordinasi terkait tempat menampungan puluhan warga lain yang selamat. Mengingat kondisi tanah di sana masih labil, maka mereka akan diungsikan,’’ tegasnya.

Agus membeberkan, hujan deras yang mengguyur Bangli pada Kamis mulai pukul 18.00. Sedangkan musibah longsor terjadi Jumat kemarin pukul 01.00 saat warga terlelap tidur. Akibatnya, mereka tidak menyadari jika bukit di atasnya ambruk dan menimbun pemukiman. Upaya evakuasi, lanjut Agus, dilakukan pukul 04.00 dini hari. Sebelum tim gabungan BPBD, Kodim dan polisi turun, ratusan warga berupaya melakukan pencarian, sehingga sekitar pukul 08.00 semua korban tertimbun berhasil dievakuasi.

Bencana alam tanah longsor di tiga desa di Kintamani kali ini tergolong paling parah. Sebelumnya bencana tanah longsor dan banjir bandang melanda beberapa desa di Kintamani pada 13 dan 14 Maret  2012. Ketika itu Desa Blandingan, Desa Songan, Desa Batur, dan Desa Sukawana, luluh-lantak. Lima warga meninggal dunia di Desa Blandingan. Sekitar 2.000 warga tertimpa musibah tersebut. Dari sekian warga yang terisolir tersebut masing-masing 1.475 orang di Desa Blandingan, 150 KK di Desa Pinggan, dan 24 KK di Desa Batur, Banjar Yeh Mampeh.

BACA  2015, Perkembangan Perekonomian Bali Tumbuh Positif

Banjir bandang dan tanah longsor itu menyebabkan terisolasinya akses jalan ke tiap desa, lantaran tertimbun tanah. Akses kendaraan besar terhambat sehingga para relawan dan warga sekitarnya harus jalan kaki ke medan yang berat untuk menjangkau dan menyisir rumah-rumah penduduk korban longsor. (122/net)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>