Rumah Terendam Lumpur, Warga Songan Mengungsi

By on February 9, 2017
Rumah Terendam Lumpur,  Warga Songan Mengungsi Pipa PDAM Hanyut

Pipa PDAM Hanyut

 

Kintamani, DenPost

Banjir bandang melanda sejumlah rumah warga Banjar Ulundanu, Desa Songan, Kintamani, Bangli, saat hujan deras Selasa (7/2) malam lalu. Air disertai lumpur setinggi 1 meter merendam rumah warga. Sejumlah kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan kantor desa setempat.

Menurut sejumlah warga Rabu (8/2) kemarin, hujan deras pada Selasa lalu terjadi pukul 15.00. Kiriman air disertai lumpur dari kawasan di atas terjadi pukul 19.00. Berselang beberapa menit kemudian, air mencapai ketinggian 1 meter sehingga warga panik.

‘’Semua barang saya hanyut, tidak terselamatkan. Air yang masuk rumah menghanyutkan dagangan sampai kasur,’’ ujar Luh Dini, warga Ulundanu.

Dijelaskannya, banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak beberapa tahun terakhir. Air setinggi dada orang dewasa sampai masuk ke rumah-rumah warga. Lantaran sibuk menyelamatkan diri, warga sampai tak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. ‘’Lumpur yang merendam rumah rutin terjadi saat hujan deras, tapi tidak separah kali ini,’’ imbuhnya.

Lantaran air di dalam rumah sangat tinggi, Dini mengaku terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang lebih aman.

Warga lain, Komang Mertayasa, menambahkan, banjir bandang menyebabkan sejumlah warga mengungsi, karena air masuk rumah. Sebagian warga yang rumahnya terendam, ada pula yang mengungsi ke kantor desa setempat. ‘’Air sangat tinggi. Warga cukup panik terlebih lampu listrik mati total,’’ imbuhnya.

Di samping merendam puluhan rumah warga, banjir bandang Selasa malam lalu juga mengakibatkan puluhan hektar lahan pertanian rusak. Tanaman kol siap panen, semuanya hancur diterjang air dan lumpur.

Menurut warga setempat, Ketut Sangkil, para petani diprediksi mengalami kerugian sangat besar. Hal itu karena bawang yang baru saja ditanam, termasuk kol serta tomat siap panen, semuanya rusak. Sejumlah kandang milik warga juga hancur diterjang air. ‘’Untung kejadiannya tidak sampai menyebabkan korban jiwa,’’ jelasnya.

BACA  Pemerintah Diminta Stop Izin Pembangunan Hotel di Bali

Perbekel Desa Songan B, Jero Lanang, mengatakan, banjir bandang kali ini hampir mirip dengan kejadian beberapa tahun lalu. Akibat terjangan air bah, dia mengaku bahwa sejumlah warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Menurut Jero Lanang, air meluber hingga rumah penduduk, karena tak ada saluran pembuangan khusus. Kendati ada saluran air, kondisinya sangat dangkal. ‘’Untuk penanganan saat ini kami minta bantuan ke Pemkab Bangli,’’ tandasnya.

Pantauan DenPost di lapangan, puluhan warga sejak pagi membersihkan lumpur dari dalam rumah mereka. Warga yang tidak kena musibah, juga sibuk membantu warga lainnya. Beberapa warga juga memasang tembok pengaman agar air tidak masuk ke dalam rumah.

Di lokasi terpisah bencana longsor merusak jaringan pipa PDAM Bangli di Kintamani. Akibatnya, pasokan air bersih bagi ratusan konsumen masing-masing di Desa Batur, Kintamani, Bunutin, Lembean, dan Manikliyu, terganggu. ‘’Jaringan pipa rusak karena pohon tumbang di hutan Belah Panget, Kintamani,’’ ujar Direktur PDAM Bangli Yuliawan Askara.

Ditambahkannya, sebagian pipa di Tukad Bunutin, Kintamani, juga hanyut. Sedikitnya delapan pipa terbawa air, sehingga terjadi kerusakan jaringan. Untuk perbaikan, pihaknya belum bisa melakukan, karena terkendala cuaca. (122)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>