Listrik Padam Selamatkan Dua Keluarga

By on February 4, 2017
Listrik Padam

Pohon Tumbang Hancurkan Rumah dan Cubang

 

Semarapura, DenPost

Kencangnya tiupan angin tak mampu ditahan akar pohon, dan menyebabkan pohon tumbang menimpa dua rumah warga di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Nusa Penida, Kamis (2/2) malam. Selain rumah, cubang bantuan Presiden RI juga rusak ditimpa pohon besar tersebut. Meski rumahnya rusak berat, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Dan, itu terjadi karena listrik di sana padam.

Informasi yang dihimpun, Jumat (3/2) kemarin, pohon tumbang di Dusun Sebunibus terjadi sekitar pukul 22.00. Saat itu hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Nusa Penida, yang membuat warga khawatir. Apalagi malam itu listrik padam. Namun, justru karena listrik padam itulah Nengah Merta  (59) dan I Wayan Renta (60) sekeluarga selamat. Mereka berada di luar kamar ketika pohon bunut besar di belakang rumah tumbang. “Saat itu kebetulan kami berada di luar kamar pas listrik padam, makanya tidak kena pohon tumbang,” ujar I Wayan Merta, kemarin.

Menurut Merta, sebelum pohon tumbang, hujan yang mengguyur Nusa Penida dirasa sangat menakutkan karena disertai angin kencang. Dia menduga pohon bunut setinggi 30 meter dan berdiameter 1,5 meter itu roboh akibat tanahnya kebanyakan air. Ketika terjadi angin kencang, tanah jadi gembur dan akar tak kuat mencengkeram. “Kalau kerugian diperkirakan sampai 40 juta, karena atap rumah kami rusak,” tuturnya.

Petugas BPBD Klungkung yang mendapat informasi itu langsung mengevakuasi pohon bunut itu. Dengan menggunakan gergaji mesin dan dibantu warga, pohon itu dipotong-potong. Namun, karena pohonnya besar dan banyak ranting, evakuasi baru selesai sekitar 1,5 jam kemudian. “sudah bersih sekarang,” terang Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada

BACA  Jambret Bule, Kiki Dibogem

Tingginya curah hujan juga mendatangkan banjir di wilayah Nusa Penida, Jumat pagi, meski wilayah pulau ini dikenal tandus dan kering. Hujan tiga hari berturut-turut membuat air sungai di Br. Prapat, Desa Ped meluap. Banyak pekarangan dan perkebunan milik warga, termasuk jalan raya, digenangi air setinggi 60 centimeter. Peristiwa ini juga akibat saluran air menuju pantai tertutup, yang membuat curahan air dari pegunungan tidak dapat mengalir ke laut.

Sejumlah warga yang mengendarai motor tidak bisa melewati jalan karena genangan air cukup tinggi. Untuk mengatasi banjir, Polsek Nusa Penida dipimpin Kompol Ketut Suastika bersama anggota Koramil Nusa Penida turun mengalihkan akses jalan ke jalur alternatif. Semua pengendara motor diarahkan melewati lahan perkebunan warga demi menghindari genangan.

Polsek Nusa Penida bersama Koramil juga bekerja sama membuka jalur air menuju pantai dengan menggunakan alat seadanya. “Tadi pagi kami bersama warga dan personil Koramil sudah membuka jalur air menuju pantai. Genangan air di perkebunan dan jalan raya mulai surut, arus lalin juga normal,” ujar Kapolsek Kompol Suastika.

Objek wisata mata air Tembeling, Nusa Penida juga tak luput dari terjangan banjir. Objek wisata ini mendadak ada air terjun, yakni air hujan yang mengalir di sungai mati yang meluap. Air yang mengalir dari sungai mati ini juga membawa material, sehingga menutupi kolam alami dengan tanah.

Warga setempat, I Gede Nata, mengatakan, material itu dari pengerukan yang dibuang ke sungai mati. “Kalau hujan, material pasir dan batu terbawa dan menutupi kolam air di Tembeling,” cetusnya. (119)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>