Evaluasi Sisi Niskala

By on August 8, 2016

KEBAKARAN yang terjadi di areal Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 beberapa waktu lalu membuat prihatian banyak pihak. Salah satunya dari anggota DPRD Provinsi Bali, Ketut Kariyasa Adnyana. Dia mengusulkan agar dilakukan evaluasi pelaksanaan PKB, termasuk evaluasi sisi niskala-nya.

’’Harus ditelusuri apakah ada yang salah atau menyimpang dari pelaksanaan PKB. Sebab, PKB belakangan ini terus menjadi sorotan dan benar-benar seperti pasar malam,’’ kata Sekretaris Komisi III DPRD Bali itu Minggu (3/7) kemarin.

Menurut Kariyasa, dari penglihatan kasat mata, kebakaran di lokasi pasar malam dikarenakan arus listrik yang penyambungan kabelnya dilakukan sembarangan. Apalagi sifatnya sementara. ’’Kita belum tahu dari sisi niskala-nya, apakah ada yang menyimpang dari pelaksanaan PKB. Ini patut dipertanyakan, apakah ada yang salah atau menyimpang dalam pelaksanaan mengingat kawasan areal Art Center tersebut juga dikenal angker,’’ ujarnya.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Bali itu berpandangan dalam PKB seharusnya lebih banyak pada pementasan budaya Bali dan menggali semua budaya Bali yang terpendam. Namun, menurut politisi PDI Perjuangan asal Busungbiu itu, yang terjadi adalah lebih banyak kegiatan bisnisnya. Dia juga mengkhawatirkan masih tetap ada permainan sewa stan yang digelembungkan, baik pameran maupun pada stan pedagang kuliner yang terbakar. Padahal, kata dia, pelaksanaan PKB tidak boleh melenceng dari tujuan awal untuk pementasan budaya, bukan untuk kegiatan pasar malam.

Dia menengarai kegiatan pedagang pasar malam tersebut lebih banyak pedagang luar Bali ketimbang pedagang lokal. Hal ini patut diperhatikan, kalau memang bertekad untuk menghidupkan ekonomi lokal masyarakat Bali. Demikian juga dengan peserta pameran kerajinan. Pasalnya, tekad pemerintah sudah jelas memajukan ekonomi Bali, dengan harapan pertumbuhan ekonomi Bali bisa meningkat dan salah satu penggeraknya adalah usaha kecil dan menengah.

BACA  Perajin Kerat Jeruk Terkendala Bahan Baku

’’Kalau memang ada perhatian serius pemerintah, seharusnya dalam penyewaan stan mereka diberikan subsidi dan penempatan mereka juga harus diperhatikan serta lingkungan yang tertata,’’ ujarnya.

Kariyasa juga meminta pemerintah agar memikirkan masalah parkir. Pasalnya, sampai saat ini setiap perhelatan PKB yang digelar setiap tahun dan sebulan lebih sangat berdampak pada kemacetan di Denpasar, khususnya jalur yang dilalui sekitar PKB. Areal parkir tidak pernah ada yang memperhatikan sehingga macet. Dia berharap hal itu menjadi evaluasi dan perhatian. (106)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>