YLPK Terima Ratusan Pengaduan Setiap Tahun

By on July 13, 2016

Denpasar, DenPost
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menyatakan tingkat kecurangan minimarket sangat banyak. Bahkan, setiap tahun menerima 400 pengaduan dari konsumen di Bali.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen  Bali, I Putu Karmaya, Selasa (12/7) kemarin. Menurutnya, sebagian besar masyarakat mengadukan minimarket menipu dengan perbedaan harga di kasir dengan  yang tertempel di rak (etalase barang). Ada juga pengaduan masalah pemotongan uang kembalian dengan kedok donasi oleh minimarket berjaringan, termasuk swalayan besar lainnya.

Armaya mengungkapkan, konsumen yang melakukan transaksi di minimarket sering mengeluh dengan adanya perbedaan  harga yang dipajang dengan di kasir. Biasanya harga lebih mahal di kasir. Contohnya, konsumen membeli sekaleng susu dengan harga yang Rp 99 ribu, setelah membayar di kasir harganya menjadi Rp 100 ribu. Memang nilai uang Rp 1.000 kecil. Kalau dikalikan ribuan konsumen yang berbelanja berapa tingkat kerugian konsumen. “Kami juga menerima pengaduan kasus perbedaan harga yang dikeluhkan para wisatawan yang berbelanja di kawasan Sanur karena mereka merasa ditipu,” kata Armaya.

Lebih lanjut Armaya meminta, potongan yang dikatakan untuk donasi tersebut harus jelas dan transparan disumbangkan kemana. Dilihat dari aspek hukum, terjadinya perbedaan harga tersebut melanggar Pasal 4 dan Pasal 8 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang merupakan pelanggaran tindak pidana konsumen. Pelanggaran tersebut sanksinya berupa pidana 5 tahun atau denda Rp 2 miliar.
Dia berharap,  ke depannya pengawasan  terkait perbedaan harga serta  pemotongan uang kembalian dengan kedok donasi di minimarket tersebut dilakukan secara serius dan ketat. Dalam hal dilakukan oleh instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan kabupaten/kota melakukan pengawasan secara rutin.

Selain itu, Armaya meminta, Asosiasi Pengusaha Ritel ikut melakukan pengawasan terkait hal tersebut. “Tidak hanya pengawasan, pembinaan juga perlu dilakukan kepada anggotanya. Sehingga tidak ada lagi perbedaan harga antara di rak dengan di kasir,” tegasnya.

BACA  Pantai Sumbersari Kembali Dapat Kiriman Sampah

Dia mengimbau masyarakat selaku konsumen agar berbelanja cerdas dan teliti sebelum membeli. Artinya, perhatikan secara seksama label dan membandingkan harganya. Jika saat berbelanja terjadi banyak perbedaan harga di minimarket segera komplin. Selain itu, disampikan ke petugas atau pemilik minimarket agar secara rutin update harga biar tidak menipu konsumen. “Kalau masayarakat menemukan minimarket terus melanggar atau membandel meskipun sudah pernah diprotes dapat melaporkan ke pihak terkait (kepolisian),’’ ucapnya. (126)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>