Astra Daihatsu – Dauhatsu Denpasar Bali

Badung Akan Beli 62 Ambulans Siaga Desa

By on July 13, 2016
RAPAT KERJA - Komisi III DPRD Badung saat melakukan rapat kerja dengan eksekutif terkait persetujuan penggunaan Dana Insetif Daerah yang diberikan oleh pemerintah pusat, Selasa (12/7).

Anggaran dari Hadiah Opini WTP

 

Mangupura, DenPost

Pengadaan 62 unit ambulans siaga untuk seluruh desa dan kelurahan di Badung segera akan terealisasi. Komisi III DPRD Badung, Selasa (12/7) sudah menyetujui pengalokasian Dana Insentif Daerah (DID), yang sebagian besar digunakan untuk pengadaan mobil ambulans. Hal itu merupakan janji kampanye Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, dan Wabup I Ketut Suiasa.

Ketua Komisi III, I Nyoman Satria, yang ditemui usai rapat kerja (raker) dengan eksekutif menjelaskan, tahun 2016 ini Pemkab menerima DID dari Pusat senilai Rp 39.843.644.000. Dana diberikan ke daerah dengan beberapa persyaratan. Antara lain tepat waktu pengesahan APBD, dan rewads memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Tahun 2016 ini melalui Perpres 137 tahun 2015, tertanggal 30 Desember 2015, kami mendapat DID sebesar 39 miliar lebih. Karena keluarnya pada akhir tahun, sehingga kami tidak bisa masukkan dalam APBD tahun 2016, dan menjadi Silpa tahun berkenaan,” terang Satria.

Lebih lanjut dikatakan, selain karena masalah waktu, belum ada petunjuk teknis dari pusat pengalokasian dana tersebut hingga awal 2016. Makanya eksekutif-legislatif melakukan konsultasi ke Depdagri. “Penjelasan dari Mendagri, intinya pemanfaatan DID bisa dipakai silpa tahun berkenan,”imbuhnya.

Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan 62 unit ambulans untuk seluruh desa dan kelurahan dengan total anggaran Rp 31.479.341.410. Kemudian untuk pembangunan jaringan air bersih 235 kepala keluarga (KK) di Desa Kiadan, Petang senilai Rp 6.169.684.415, dan sisanya Rp 2.194.618.175 untuk pembangunan taman intersection di Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal; Taman di pertigaan Desa Pelaga, Petang; dan taman tapal batas Badung dengan Bangli di Desa Belok Sidan, Petang.

Pada prinsipnya kami Komisi III sangat menyetujui, terlebih alokasi anggaran ini memang untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya untuk mengatasi krisis air bersih yang menimpa masyarakat Kiadan. Proses selanjutnya tinggal meminta persetuan lembaga melalui paripurna,”jelasnya.

Kapan eksekusi anggaran tersebut? Ditanya demikian, politisi PDIP asal Mengwi ini menjelaskan, sesuai Permendagri 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pelaksanannya mendahului anggaran perubahan setelah mendapat persetujuan parlemen. (115)

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>