Paman Cabuli Keponakannya

By on June 16, 2016
Paman Cabuli Keponakannya. Digarap di Kandang Sapi dan Sawah

Digarap di Kandang Sapi dan Sawah


Semarapura, DenPost
Belum tuntas kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Polres Klungkung, kasus serupa pun terjadi di ‘’Bumi Serombotan’’, Klungkung. Kali ini siswi kelas VI SD berinisial PYY (12), asal Selat, dicabuli pamannya yang berinisial Nengah S (37) asal sama.

Kasus ini mendapat perhatian Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Klungkung, Tjokorda Istri Raka, Rabu (15/6) kemarin. Bersama tiga rekannya, Tjokorda Istri Raka mendatangi Mapolres Klungkung untuk mengusut tuntas kasus pencabulan yang terjadi pada Oktober 2015 lalu ini. Dia berharap, Polres Klungkung melanjutkan penanganan kasusnya. Apalagi kasus ini meresahkan masyarakat di sana. “Kami minta masalah ini berlanjut agar tidak terulang. Kasusnya sudah  meresahkan masyarakat,” tegas Tjok.Istri Raka. Dia bersama rekannya sempat ke rumah korban dan melihat TKP korban dicabuli.

Pihaknya mengaku, turun setelah mendapat informasi dari masyarakat. Kasus ini sudah menjadi buah bibir dan meresahkan masyarakat. Kasusnya baru terungkap setelah orangtua korban mendengar desas-desus pencabulan tersebut. Dia lalu menelusuri kebenaran informasi tersebut kepada sang anak dan pelaku.

“Korban maupun pelaku katanya mengaku. Tapi pelaku ketika ditanya, malah balik menantang, sehingga orangtua korban melapor ke polisi,” tambah Tjok.Istri Raka.

Mantan anggota DPRD Klungkung mengungkapkan bahwa kasus pencabulan yang dialami korban terjadi sejak sembilan bulan. Korban saat itu digarap tiga kali.

Pertama: di ladang persawahan ketika korban mencari rumput. Setelah itu dua kali digarap di kandang sapi. Parahnya, pelaku juga dikatakan sempat merayu ibu korban, Ni Ketut K, supaya mau melakukan hal serupa ketika bekerja di sawah. “Ibu korban dirayu saat hamil,” tambahnya.

BACA  Pawang Ular Tewas Dipatuk King Kobra

Tjok.Istri Raka berharap agar polisi menangkap pelaku. Selain meresahkan, sejauh ini korban sangat tertekan dan trauma dengan kejadian tersebut. Bahkan korban tidak berani keluar rumah dan ingin berhenti sekolah karena ketakutan diolok-olok temannya di sekolah. “Saya kasihan melihat kondisi korban. Rencananya kami ke sekolah mencari guru dan kepala sekolahnya agar korban tidak diolok-olok terus. Termasuk mencari psikolog agar korban tidak trauma berlarut-larut,” terangnya.

Terkait laporan di polres, Tjok.Raka mengatakan bahwa polisi telah mengantar korban untuk mencari visum di rumah sakit. Tapi hasilnya belum keluar. “Kami sudah bertemu tadi dengan pak kanit yang menangani kasus ini. Kami juga berikan keterangan tambahan kalau ibu korban sempat dirayu pelaku saat hamil. Ini bisa dipakai untuk data tambahan,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Wiastu Andri mengaku, masih menyelidiki kasus pencabulan tersebut. Di antaranya mencari bukti-bukti kuat yang mengarah ke pelaku. Walau ada pengakuan korban maupun pelaku, tapi kejadiannya agak lama. Minimal harus ada bukti yang melekat pada diri korban. ”Kami tidak mengejar pengakuan, tapi harus ada bukti kuat. Apalagi tidak ada saksi. Kami masih melakukan pendalaman,” tandas AKP Wiastu Andri. (119)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>