‬Pemilih di Bali Tak Lagi Punya Militansi Terhadap Parpol

By on March 29, 2016

Renon, DenPost

Peluang calon independen memenangkan Pilgub Bali 2018 sangat besar. Pasalnya, terjadi pergeseran mindset masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya.

’’Belajar dari sejumlah hajatan pemilu belakangan ini, pemilih di Bali tidak lagi memiliki militansi yang tinggi kepada partai politik tertentu. Preferensi pilihan politiknya mengedepankan pertimbangan kualifikasi figur yang dicalonkan,’’ kata pengamat politik, Luh Riniti Rahayu, Selasa (29/3) kemarin.

Menurut dia, fenomena bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang ada sekarang akan mengkoreksi partai politik sebagai pengusung calon pada Pilgub Bali nanti. ’’Tapi, bila nanti syarat calon independen dipersulit dan Ahok kalah, tentu parpol-parpol akan jadi sulit mengkoreksi diri, tetap dengan pola lamanya. Sebaliknya, jika sudah dipersulit, namun Ahok menang, nah mau tidak mau parpol harus mengubah diri agar bisa dipercaya kembali oleh masyarakat,’’ katanya.

Menurut Ketua LSM Bali Sruti itu, pilihan politik Ahok yang maju melalui melalui jalur perseorangan (independen) akan memberi efek terbukanya pintu bagi calon independen untuk bertarung pada pilkada di daerah lainnya di Tanah Air. ’’Fenomena Ahok tentu tidak hanya berdampak ke Pilgub Bali. Namun akan berdampak ke seluruh Indonesia,’’ kata dosen Universitas Ngurah Rai Denpasar itu.‬

Dia mengatakan efek Ahok akan menjalar ke daerah- daerah jika Ahok berhasil menang pada Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar awal tahun 2017. Menurut dia, jika menang, strategi pemenangan Ahok dan pola kerja relawannya, Teman Ahok, yang menjadi tulang punggung pencalonan dan pemenangan mantan Bupati Belitung itu akan diadopsi oleh calon independen yang akan maju pada pilkada di daerah lainnya di negeri ini. ’’Dampaknya tergantung keberhasilan perjalanan Ahok pada Pilgub DKI Jakarta,’’ papar mantan anggota KPU Bali ini.‬

BACA  Yabes Roni Antarkan Bali United ke Semifinal

Riniti yakin fenomena Ahok akan memotivasi munculnya calon-calon independen dalam Pilkada Bali nanti. Namun, dia mengingatkan calon independen jangan semata-semata hanya mengandalkan fenomena Ahok untuk mendapat dukungan luas masyarakat Bali. Calon independen yang akan maju pada Pilgub Bali harus figur yang memiliki keuanggulan dari calon yang diusung partai politik.

’’Sebagai calon independen agar didukung secara luas seperti Ahok, tentu harus memiliki kekuatan lebih besar daripada yang diusung parpol nantinya. Kekuatan yang dimaksud ini adalah memiliki track reccord yang baik dan bersih, jujur, tegas,’’ tandasnya.(106)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>