Mengungkap Pembuang Bayi

By on March 15, 2016

USIA dunia yang semakin tua ternyata sangat berpengaruh terhadap perilaku makhluk hidup, khususnya manusia. Banyak orang yang kini berpikir instan. Tak jarang pula orang kehilangan akal sehat sehingga bertindak di luar batas kemanusiaan. Bahkan, membunuh dan bunuh diri dianggap hal biasa, padahal itu sangat bertentangan dengan prikemanusiaan serta ajaran agama.

Kasus yang terus merebak dan membuat kita kian prihatin yakni pembuangan bayi/orok. Pada Februari dan pertengahan Maret ini saja tiga bayi tak berdosa dibuang orang tak bertanggung jawab. Pertama: jenazah janin yang diperkirakan berumur empat bulan kandungan ditemukan warga di Pantai Penarukan, Lingkungan Penarukan, Singaraja, pada Selasa (23/2) pagi lalu. Kedua: bayi perempuan yang dibuang di depan pura keluarga di Banjar Kangin, Panjer, Densel, pada Minggu (6/3) lalu. Ketiga dan terbaru: bayi laki-laki dicampakkan di teras rumah warga di Jl. Waturenggong Gang 10 No.110 B, Sabtu (12/3) pagi lalu. Kedua bayi tersebut masih hidup dan kini dirawat di RSUP Sanglah.

Polisi masih berjuang keras untuk mengungkap siapa orangtua tak bertanggung jawab yang tega membuang darah dagingnya tersebut tanpa sedikit pun ada rasa belas kasihan. Ketika mendengar kabar perihal penemuan bayi yang dibuang tersebut, orangtua si bayi pasti hidup tidak bisa tenang, karena takut ulahnya bakal terungkap. Bisa dipastikan, si pemilik bayi tersebut pasti takut mengakui bayi miliknya, lantaran malu yang teramat sangat, serta takut dijatuhi sanksi berat.

Di lain pihak, untuk mengungkap identitas pemilik bayi maupun orang yang membuangnya bukanlah pekerjaan gampang. Selain karena si ibu sangat pintar menyembunyikan kehamilannya kepada orang lain, alamat si ibu kemungkinan besar jauh dari lokasi pembuangan. Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghilangkan jejak agar identitas ibu si bayi maupun ayahnya tidak mudah dilacak. Dalam kaitan ini, peran-serta masyarakat untuk mengamati dan mendeteksi ibu hamil di luar nikah sangat diharapkan. Tujuannya, jika ada keganjilan, maka akan cepat terungkap kasus-kasus pembuangan bayi yang terjadi selama ini.

BACA  ‬Pemilih di Bali Tak Lagi Punya Militansi Terhadap Parpol

Mengenai bayi yang dibuang di Panjer maupun di Singaraja kemungkinan besar akibat perbuatan di luar nikah alias kelahirannya tidak dikehendaki. Untuk menyembunyikan aib, maka orangtua si bayi sengaja menelantarkan darah dagingnya di tempat umum. Syukur, dua bayi yang dibuang di Panjer itu cepat ditemukan warga sehingga mereka selamat dan bisa hidup layak.

Tapi tetap saja kita penasaran mengingat dari sekian kasus pembuangan janin dan orok hanya sebagian yang berhasil terungkap. Itu pun berkat laporan warga maupun kejelian aparat mencermati keganjilan-keganjilan yang terjadi pada ibu hamil di luar nikah. Untuk di masa mendatang, kita tak ingin kalau janin atau orok tak berdosa dibuang atau dibunuh. Kalaupun masih punya nurani dan sayang sesama, bayi-bayi yang dilahirkan dari perbuatan tak senonoh ini, alangkah baiknya dititipkan saja di panti asuhan. Kasihan nyawa manusia dicampakkan begitu saja, padahal mereka sejatinya juga punya hak untuk hidup layak sebagai insan Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk menghentikan kasus pembuangan bayi selama ini, gaya seks bebas dan tak bertanggung jawab mesti ditekan seketat mungkin. Tempat-tempat kos atau hotel jangan membiarkan perilaku kumpul kebo atau hubungan seks di luar nikah yang belakangan ini trend di zaman modern. Pemilik tempat kos, aparat desa terbawah, dan polisi, harus bahu-membahu menyetop perilaku tak berperikemanusiaan ini sehingga tidak ada lagi janin atau orok yang dibunuh atau dibuang di tempat-tempat umum. Kalaupun ada pelakunya yang berhasil diungkap, maka aparat penegak hukum harus menjatuhkan sanksi berat sebagai upaya menimbulkan efek jera di masyarakat. (*)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>