Banjir Bandang Terjang Empat Desa di Buleleng

By on January 24, 2016
TURUN KE LOKASI - Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., saat turun ke lokasi banjir bandang yang menerjang empat desa di Kabupaten Buleleng Minggu (24/1) kemarin.

13 Rumah Hilang Tersapu Arus

Singaraja, DenPost

Hujan deras yang mengguyur Buleleng, Sabtu (23/1) lalu, menyebabkan empat desa di wilayah barat diterjang banjir bandang. Bahkan 13 rumah di Kecamatan Gerokgak hilang, akibat banjir bandang tersebut. Keempat desa yang dilanda banir bandang adalah, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Desa Musi, Desa Banyupoh, dan Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak. Banjir bandang juga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas, karena air juga menggenangi jalur Singaraja-Gilimanuk. 

Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., meninjau ke lokasi bencana sejak pagi hari untuk melihat situasi terkini di empat desa tersebut. Peninjauan juga melibatkan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Ketut Yasa, ST, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Komang, M.Si, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buleleng dan Bagian Humas & Protokol Setda Buleleng.

Wabup Sutjidra memulai peninjauan di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Di Desa itu, banjir menyebabkan salah satu jembatan penghubung antar banjar di desa tersebut jebol. Bahkan satu truk sempat terjebak di jembatan yang jebol tersebut. Wabup Sutjidra bersama rombongan meninjau langsung jembatan tersebut didampingi Kepala Desa Lokapaksa, I Wayan Ariadi. Pihaknya juga meminta kepada Dinas PU segera memperbaiki jembatan tersebut.

Di Kecamatan Gerokgak, Wabup Sutjidra meninjau Desa Musi. Di desa tersebut, warga sedang bergotong royong membersihkan wilayahnya. Menurut pengakuan warga, ada sejumlah rumah rusak diterjang banjir bandang. Bahkan ada salah satu rumah yang rata dengan tanah. Pada kesempatan ini juga, Wabup Sutjidra memberikan bantuan sembako kepada warga Desa Musi. Di Kantor Desa setempat, Wabup Sutjidra juga menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan. Sebanyak 15 KK dari Desa Musi terpaksa mengungsi. Selanjutnya di Desa Banyupoh, terpantau warga masih bergotong royong membersihkan lumpur yang dibawa oleh air di halaman rumah warga. Banjir bandang kemarin menyebabkan banyak rumah warga terendam. Tak hanya rumah, sejumlah pelinggih di Pura Kahyangan Jagat Taman Belatung, Desa Banyupoh, juga hilang diterjang air bah. Wilayah terparah yang diakibatkan oleh terjangan banjir bandang adalah Desa Penyabangan. Selain banjir bandang, wilayah ini juga terkena tanah longsor.

BACA  Rangkap Jabatan, Wakil Ketua DPRD Dipolisikan

Beberapa warga mengaku akan mengungsi, karena telah kehilangan rumahnya. Banjir bandang dan longsor tersebut membawa lumpur dan batu-batu besar. Sejumlah ternak dari kelompok simantri desa setempat juga dihanyutkan oleh banjir bandang. Sebanyak 45 KK harus mengungsi. Sampai berita ini ditulis, pihak BPBD Buleleng dan Desa masih mencari lokasi yang aman dari Banjir. Sedikitnya 13 rumah di Kecamatan Gerokgak hilang, setelah diterjang musibah banjir bandang.  Usai pemantauan, Wabup Sutjidra mengungkapkan, hujan deras yang melanda Kabupaten Buleleng dari Sabtu sampai Minggu mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik. Longsor terjadi di empat titik dan banjir di tiga titik. Menurutnya, banjir yang terjadi seperti di Desa Musi disebabkan oleh batang-batang kayu besar yang datang dari atas lalu menyumbat aliran sungai. “Melalui aparat di kecamatan dan desa kami imbau, masyarakat yang ada di hulu tidak membuang sampah atau bekas-bekas potongan pohon yang mereka tebang di daerah-daerah aliran sungai,” ungkap Sutjidra.

Selain itu, Wabup Sutjidra juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Bali dan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk membantu masalah pembersihan. “Masalahnya ini kan ada jalan nasional dan sungai, yang jadi kewenangan di kementerian. Kami pasti koordinasikan ke Balai Wilayah Sungai dan Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN), biar ini juga cepat tertangani,” imbuhnya.

Hingga Minggu (24/1) sore, BPBD Buleleng belum merilis secara resmi data korban bencana alam dan rekapitulasi kejadian bencana alam, akibat hujan lebat diikuti angin puting beliung dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Buleleng. (118)

Komentar

Komentar

About denpost

One Comment

  1. Bronjong kawat surabaya

    December 17, 2016 at 12:18 PM

    Turut prihatin, semoga banjir yang melanda Desa buleleng tidak terjadi lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>