Bertambah Tiga, Pembunuh Napi LP Kerobokan

By on December 21, 2015
Pembantai Pensiunan Polisi Hanya Dijerat Pasal Ini

Pemilik Pistol Revolver Terlacak

Kerobokan, DenPost
Kasus pembunuhan dua napi di LP Kerobokan, Putu Sumariana alias Robot (32) dan Wayan Purnama Yasa alias Doglet (32), kian terang benderang. Keempat tersangka yang diperiksa di Polres Badung “bernyanyi” dan menyebut tiga nama sesama penghuni Blok C sebagai pelaku pembunuh lainnya. Hal ini sesuai dengan dugaan polisi bahwa pelakunya lebih dari empat. Sedangkan dua dari tiga pistol revolver yang ditemukan di Blok C, Jumat (18/12) lalu sudah terendus pemiliknya.

Kapolres Badung, AKBP Tony Binsar Marpaung, Minggu (20/12) kemarin mengaku, belum tahu persis nama tiga orang yang terlibat kasus pembunuhan di LP Kerobokan tersebut. Hanya, kata dia, mereka sampai kemarin masih dititipkan di Rutan Negara usai dilayar dari LP Kerobokan. Rencananya Senin (21/12) ini ketiganya dijemput darii Jembrana untuk diperiksa di Polres Badung. Yang menjemput tetap petugas LP, dengan dikawal polisi.

“Kalau identitasnya, saya belum tahu. Datang saja besok ke sini, nanti saya kabari kapan waktunya. Soal peranan, menurut keterangan tersangka di Polres Badung, tiga rekannya itu sebatas turut menganiaya. Aktor intelektualnya itu si GP, ketua blok C. Dia yang memberikan perintah. Sedangkan IWS berperan menghadang dan menusuk korban (Putu Sumariana alias Robot). Soal motifnya, persaingan antargeng. Intinya penghuni Blok C ingin eksis dan terlihat paling hebat di dalam,” beber alumnus Akpol tahun 1994 tersebut.

Ikhwal bentrokan yang berujung kematian total empat orang itu, Kapolres mengatakan, awalnya ada konsentrasi massa antara Blok C. Hal itu terjadi karena ada tahanan baru yang juga rekan salah satu ormas di dalam LP yang bakal masuk. Sebagian penghuni Blok C lalu mengeluarkan senjata tajam (sajam), berjaga-jaga kalau ada penghuni blok lain yang mengganggu pendatang baru itu. Situasi bertambah panas setelah beredar isu akan ada kegaduhan antarkelompok ormas. Sudah dasarnya ada ego kelompok, ditambah isu tidak jelas, maka terjadilah tumbal nyawa di halaman LP.

BACA  Cegah Kedaluwarsa, Logistik Pengungsi Dipilah

Apakah saat penghuni Blok C mengeluarkan sajam, ada petugas LP yang tahu atau melihat? Kapolres awalnya enggan merinci. Namun, dia akhirnya mau buka suara bahwa informasi yang diterima memang petugas LP sempat melihat sajam bersliweran. Sipir tidak mampu menertibkan, karena memang kalah jumlah. Dengan kata lain, tekanan yang dialami jelas sangat besar.

“Infonya, petugas LP melihat ada yang bawa senjata di pintu masuk.  Sehari sebelum rusuh, ada kabar sekelompok orang dari salah satu ormas masuk LP. Ini yang memancing reaksi dari kelompok ormas lain, makanya mereka jaga-jaga. Tapi itu baru info yang masuk, kebenarannnya masih kami dalami, sebab kami belum ada memeriksa petugas LP,” ungkap perwira yang terbuka dengan media ini.

Ditanya lima pistol yang ditemukan di LP Kerobokan, semula Kapolres enggan berkomentar. Alasannya, semua itu masih dalam penyelidikan. Tapi setelah didesak, dia mau sedikit buka suara. “Ya memang sudah ada yang terlacak siapa pemiliknya,” tegasnya.
Siapa yang dimaksud? “Ya, pokoknya sudah ada titik terang soal itu. Kalau dilihat fisiknya, pistol itu belum pernah digunakan. Yang pasti baru dua kami ketahui, sisanya belum terang. Sudah, itu saja dulu. Ini kok mancing-mancing terus sih?” tegas AKBP Tony Binsar Marpaung,  sambil terkekeh.

Dari pernyataan itu, berarti dua pistol kaliber 22 yang ditemukan saat penyisiran pada Sabtu (19/12) lalu belum diketahui pemiliknya. (107)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>