Asyik Bermain, Bocah Kena Peluru Nyasar

By on December 17, 2015
Asyik Bermain, Bocah Kena Peluru Nyasar Peluru Bersarang di Dada

Peluru Bersarang di Dada

Denpasar, DenPost
Bocah asal Gesing, Buleleng, I Kadek Mahatma (8), harus dilarikan ke RSUP Sanglah, Rabu (16/12) kemarin, akibat peluru bersarang di dada  kanannya. Korban diketahui terkena peluru nyasar.

Ditemui di ruang MS, siswa yang duduk di kelas III SD tersebut mengatakan bahwa dia Selasa (15/12) sore lalu bermain bersama teman-temannya. Saat itu, di lokasi yang berdekatan  dengan tempat bermain tersebut,  seseorang sedang menembak burung dengan menggunakan senapan angin. Namun sayang, peluru yang diarahkan ke atas (burung), malah melesat ke bawah hingga mengenai dada kanan Kadek Mahatma.

Saat kejadian itu, kami segara membawa korban ke Rumah Sakit Graha Santi, Buleleng. Namun di sana petugas medis tidak bisa menangani (mengangkat pelurunya),” ujar Luh Sari, ibu korban, saat ditemui di ruang MS RSUP Sanglah.

Sari menambahkan bahwa anaknya tiba di RSUP pukul 01.00 dengan kondisi peluru masih bersarang di dada korban. Kadek Mahatma tidak langsung dioperasi, mengingat dia masih harus menunggu jadwal pengangkatan peluru (tindakan operasi). “Pelurunya masih di dalam. Rencananya dua hari lagi (Jumat besok) dilakukan tindakan operasi,” tegasnya.

Sementara itu,  seseorang yang menembak burung tersebut adalah siswa SMP dan telah mengakui kesalahannya.  Selanjutnya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut, penembak yang juga masih berteman dengan korban, sedang berdiskusi dengan keluarganya.  “Yang nembak sudah mengaku salah, sekarang dia masih rembuk,” pungkas Sari.

Bocah yang kena tembak senapan angin di Bali sejatinya tak hanya menimpa I kadek Mahatma. Sebelumnya, beberapa bocah juga menjadi korban. Pada 18 September 2011 lalu, Komang Agus Keriada (6), warga Dusun Pangusari, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng, dirawat di RS lantaran peluru bersarang di otak kanannya setelah bermain senapan angin di sekitar rumahnya. Korban sempat mengaku terkena tembakan senapan angin saat bermain-main dengan temannya, Komang Apriana dan Kadek Doni.

BACA  Empat Pelanggar KTR Ditipiringkan

Berikutnya, Kadek Adi Suarbawa (9), bocah asal Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, juga menjalani peratawan intensif di RSUP Sanglah, akibat terkena luka tembak senapan angin di bagian perutnya. Dia ditembak senapan angin oleh rekannya sendiri pada Desember 2011. Pada Januari 2015 Wayan Damuh Wiranatha (11) terkapar di ruang ICU RSUP Sanglah dalam keadaan kritis. Anak yang tinggal di Dusun Batudawa Kelos, Karangasem ini, baru saja usai operasi pengangkatan peluru yang bersarang di punggungnya.

Saat kejadian korban sedang asyik bermain di rumah sepupunya, I Nengah Budiana (24), yang masih satu desa dengan korban. Saat itu, tanpa sengaja, Budiana yang berencana menembak tupai di halaman, pelurunya malah mengenai Damuh Wiranatha. Yang terparah, Putu Hadi Kusuma (35), asal Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, tertembak senapan angin milik temannya hingga dia tewas pada 11 Agustus 2015 lalu di Banjar Munduk Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerogak, Buleleng. Saat diperbaiki, tiba-tiba senapan angin tersebut meletus dan pelurunya mengenai pelipis sebelah kiri Putu Hadi. (126)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>