Terabaikan, Sampah Pantai Sanur Meluber

By on November 17, 2015

Dangri, DenPost
Kawasan Sanur menjadi jantungnya pariwisata di Kota Denpasar. Karenanya diperlukan perhatian khusus untuk melakukan penataan terutama dari segi kebersihan. Sayangnya Pemkot nampaknya tak serius menanganinya bahkan terkesan terabaikan. Buktinya luberan sampah tiap hari hampir terjadi di pesisir pantai, baik sampah bekas pengunjung maupun sampah rumput laut.

Pantauan di lapangan pada Minggu (15/11) sore dan Senin (16/11) pagi, luberan sampah terutama rumput laut yang dihempaskan ombak memenuhi pesisir pantai. Ini terjadi dari pantai Segara (selatan Hotel Grand Bali Beach) hingga ke selatan. Kondisi ini cukup memprihatinkan.

Selain pengunjung lokal, saat hari libur pantai ini juga banyak dikunjungi wisatawan asing. “Biasanya ada petugas yang membersihkan. Tidak tahu sekarang (Minggu, sore) tidak ada,”kata salah seorang pedagang lumpia yang sering berjualan di Pantai Segara.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, I Ketut Wisada membenarkan jika pada Minggu lalu, petugas kebersihan yang dimilikinya dialihkan ke Tukad Bindu, Penatih. “Konsentrasi kita kesana ( Tukad Bindu). Karena di sana sekarang sedang dibuat Ruang Terbuka Hijau Kota,”akunnya.

Hanya saja, pihaknya membantah jika ada kesan mengabaikan penataan kebersihan di kawasan Sanur. Pihaknya bahkan mengklaim jika tiap harinya pihaknya menerjunkan sedikitnya 80 petugas kebersihan untuk seluruh kawasan pantai yang ada di Denpasar. “Selain dari DKP, sekarang kami banyak dibantu beberapa komunitas sebagai relawan kebersihan,”katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Denpasar AA Susruta Ngurah Putra mengaku kurang sependapat jika semua tenaga kebersihan di lokasi satu harus dialihkan ke lokasi lain dengan alasan ada penataan khusus.

“Walaupun dikonsentrasikan satu tempat, berarti yang lain bagaimana. Kalau yang satu diabaikan berarti menandakan sistem kerja di DKP selama ini tidak baik. Saya dari dulu sudah menyarankan untuk memperbaiki sistem kerja, supaya penanganan sampah di Denpasar berjalan dengan baik,”ucap politisi Demokrat ini.

BACA  Pembunuh Gay Dituntut 10 Tahun

Pihaknya juga menyayangkan langkah DKP yang mengalihkan petugas dari Sanur ke penataan di Tukad Bindu. “Jangankan sehari. Satu detik saja ada masalah di kawasan Sanur, itu masalahnya langsung diketahui masyarakat dunia. Meski tidak menjadi ikon Denpasar, Sanur tetap memiliki pengaruh dengan adanya wisatawan asing,”imbuhnya.(105)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>