Melawan, Tersangka Curanmor Didor

By on November 12, 2015
KASUS CURANMOR - Kapolres Tabanan, AKBP Putu Putera Sadana, menggeber kasus curanmor berikut tersangka Fatur Rahman (pakai sebo) dan sejumlah barang buktinya, Rabu (11/11) kemarin.

Tabanan, DenPost
Fatur Rahman (24) alias O’ong terpaksa didor betis kirinya, karena melawan petugas saat ditangkap. O’ong asal Celukan Bawang, Grokgak, Buleleng, itu ditangkap atas keterlibatannya dalam kasus curanmor. Kini dia mendekam di ruang tahanan Polres Tabanan.
Kasus tersebut digeber Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana, Rabu (11/11) kemarin. Selain menghadirkan O’ong sebagai tersangka, juga barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, masing-masing Honda Beat putih DK 8483 GN, Honda Beat hitam DK 5720 UE dan Honda Vario hitam DK 3202 EB.

Terungkapnya kasus tersebut, menurut Sadana yang didampingi Wakapolres Kompol Leo Pasaribu dan Kasatreskrim AKP Nyoman Sukanada, berawal dari adanya laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motornya di Kecamatan Baturiti. Motor Honda Scoopy DK 4871 IX milik I Wayan Sadra yang dicuri itu dengan mudah dibawa kabur, karena kuncinya masih nyantol di motor. Modus serupa dilakukan saat beraksi terhadap beberapa motor lainnya. ’’Dari laporan korban, selanjutnya kami melakukan penyelidikan. Kami juga membentuk satgas untuk menangkap tersangka,’’ ujar Sadana.

Polisi hingga beberapa kali mencari tersangka ke rumahnya di Buleleng, namun tak pernah ada. Polisi pun terus memburu tersangka, hingga kemudian melihat tersangka saat hendak pulang ke rumahnya dari Sumber Kelampok, Buleleng. ’’Ketika itu tersangka sedang menunggu kendaraan umum, mau pulang ke Celukan Bawang. Saat itu pula kami menangkap tersangka yang sempat berusaha melawan dan kabur, sehingga dengan keadaan terpaksa didor kakinya,’’ katanya.

Dalam keterangannya kepada petugas, tersangka yang pernah dipenjara di LP Singaraja karena kasus penganiayaan, dalam kasus curanmor ini mengakui beraksi di enam TKP, yakni dua TKP di Candikuning, Baturiti, Tabanan, dua TKP di dekat Terminal Ubung, Denpasar dan dua TKP di Badung.

BACA  Kapolsek Selemadeg Cek Harga Sembako di Pasar Bajera

Atas perbuatannya itu, O’ong disangkakan pelanggaran Pasal 363 KUHP, yang ancaman hukumannya penjara tujuh tahun. ’’Dalam penanganan selanjutnya, kami juga masih melakukan pengembangan kasus ini,’’ tandasnya. (121)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>