Proyek Ruang Guru SMPN 2 Nusa Penida Molor

By on November 11, 2015
PROYEK DISIDAK - Kondisi proyek ruang guru di SMPN 2 Nusa Penida yang disidak Komisi II DPRD Klungkung, Selasa (10/11) kemarin.

Buruh Libur, Papan Proyek Dibuang

Semarapura, DenPost
Pelaksanaan proyek tahun 2015 di wilayah Nusa Penida, Klungkung, tidak berjalan mulus. Salah satunya SMPN 2 Nusa Penida. Pembangunan ruang guru di sekolah tersebut molor.

Hal itu sangat disayangkan oleh Komisi II DPRD Klungkung yang sidak ke sekolah setempat Selasa (10/11) kemarin. Saat itu tidak satu pun tukang atau buruh yang bekerja. Padahal batas waktu pembangunan ruang guru berlantai dua tersebut tinggal delapan hari lagi.

Pihak konsultan pengawas juga tidak ada di tempat. Papan proyek juga tidak dipasang. Malah anggota DPRD menemukan papan proyek tersebut di bawah dengan kondisi sudah kotor. ’’Malah kami yang mencari-cari papan proyeknya. Setelah ketemu kondisi juga kotor dan kami  membersihkannya. Seharusnya papan proyek ini juga dipasang agar masyarakat tahu,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Klungkung, Gede Gita Gunawan, kemarin.

Gunawan yakin pembangunan ruang guru SMPN 2 Nusa Penida molor. Pasalnya, sesuai perencanaan seharusnya proyek tersebut sudah berjalan 70 sampai 80 persen. Tapi kenyataannya malah baru berjalan sekitar 40 persen, sehingga dia pesimis proyek tersebut dapat dikerjakan tepat waktu pada 18 November. Apalagi para pekerja tidak ada yang bekerja. ’’Bagaimana mau menyelesaikannya tepat waktu. Sekarang saja tidak ada yang bekerja. Kalau ingin secepat selesai harusnya pekerja juga ditambah,’’ katanya.

Gita berharap agar pihak sekolah hanya membayarnya sesuai pekerjaan. Apalagi proyek tersebut dikerjakan swakelola. Tapi dengan kondisi sekarang Gita maupun anggota komisi B lainnya, Wayan Buda Parwata melihat hal tersebut sebagai kesalahan dan tanggung jawab pihak konsultan pengawas. Pasalnya, pihak kepala sekolah juga tidak paham mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Gita mengatakan tidak masuk akal terlambatnya proyek tersebut akibat lambatnya faktor pengamprahan. ’’Katanya tadi alasannya karena faktor pengamprahan. Tapi ini bagi kita tidak ada alasan karena proyek tersebut sudah ada perencanaan,’’ katanya.

BACA  Perbaikan Jaring Belum Rampung

Sumber dana proyek tersebut dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2015 sebesar Rp 589.358.000. Proyek tersebut dikerjakan secara swakelola selama 90 hari kalender dari tanggal 18 Agustus sampai 18 November. Proyek tersebut dikerjakan CV Bina Bhuana Wisesa.

Dewan juga sidak pembangunan ruang belajar di SMKN Nusa Penida. Namun mereka tidak menemukan keganjilan terhadap pengerjaan proyek ruang belajar yang juga bersumber dari DAK tersebut. Malah Gita yakin pembangunan ruang belajar yang menelan dana Rp 1 miliar tersebut dapat dikerjakan tepat waktu, pada Desember mendatang. Sedangkan pengerjaan 6 ruangan belajar tersebut sudah berjalan 65 persen.

Kadisdikpora Klungkung, Nyoman Mudarta, tidak banyak komentar terkait proyek SMPN 2 Nusa Penida tersebut. Dia mengaku sudah tahu terkait molornya proyek ruang guru tersebut. Untuk menelusuri lebih jauh persoalan proyek tersebut, Mudarta mengatakan telah memerintahkan Kabid yang membidangi untuk untuk turun ke lapangan mencari informasi. ’’Kami belum tahu detailnya. Tapi saya sudah perintahkan kabid yang membidangi untuk mengeceknya,’’ katanya. (119)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>