Opini Bali Edisi 11 November 2015

By on November 11, 2015

Pejuang Sekarang harus Dapat Imbalan

BERJUANG tanpa pamerih sampai rela mengorbankan jiwa dan raga sampai titik darah penghabisan. Itulah jiwa pahlwan terdahulu melawan penjajah untuk kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, sekarang tidak ada jiwa seperti itu, semua yang dikerjakan harus mendapat imbalannya. Bahkan imbalan yang diminta tidak tanggung-tanggung yang bisa merugikan negara. Hal ini disampaikan lewat acara Citra Bali, yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (10/11) kemarin. Berikut rangkuman Eka Putri, dari Radio Global.

Utamakan Kepentingan Bangsa
Mempringati Hari Pahlawan, diharapkan para calon kepala daerah meneladani jiwa para pejuang kita, yang mengutamakan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Ari, Karangasem

 

Korupsi Merajalela
Pilkada serentak untuk menghasilkan pimimpin yang merakyat. Tetapi, kita lihat dari hulu sampai ke hilir dari zaman reformasi sampai sekarang tidak ada muncul keteladanan dan  tidak ada yang bisa dibanggakan. Terbukti korupsi merajalela, Pancasila dan UUD 45 tak pernah lagi didengungkan. Para elite hanya sibuk  mengumpulkan kekayaan diri sendiri dan kelompok.
Wilsen, Canggu

 

Harus Ada Imbalan
Berjuang tanpa pamerih sampai rela mengorbankan jiwa dan raga sampai titik darah penghabisan. Itulah jiwa pahlwan terdahulu. Namun, sekarang tidak ada jiwa seperti itu, semua yang dikerjakan harus ada imbalannya bahkan bisa merugikan negara.
Arya, Denpasar

 

Dipakai Pedoman
Mudah-mudah dengan peringatan Hari Pahlawan ini negara kita mengalami kemajuan. Jiwa pahlawan bisa dipakai pedoman baik dari segi kemuliaan ataupun kerelaan oleh para pemimpin kita. Walaupun tidak seratus persen, dengan menjalankan swadharma masing-masing.
Wisarja, Ubung
Febri, Denpasar

 

Bukan Keharusan
Menurut saya penggunaan komputer pada dunia pendidikan tidak sebuah keharusan karena akan merugikan. Terbukti dari pengalaman saya tahun 1980-an saya ahli computer. Setelah beberapa tahun sistemnya berubah, dan begitu seterusnya. Jadi kita hanya sebagai pengguna dan tidak bisa membuat perangkatnya jadinya selalu ketinggalan. Jangan terjebak, berhati-hatilah menyikapi, komputer tetap digunakan, namun hanya untuk mencari informasi bukan suatu kehuarusan.
Anton, Denpasar.

 

BACA  Opini Bali Edisi 24 Maret 2016

Kepentingan Kelompok
Para pahlawan zaman dulu, beliau berjaung untuk negara dan bangsa ini. Tetapi generasi penerus nsekarang ini berjuang hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok saja.
Agung Purnawijaya, Blahbatuh.

 

Tak Malu
Ketawa dan geli mendengar, kalau kepala daerah minta naik gaji. Apakah tidak malu dengan rakyatnya yang sudah memilihnya. Kenapa kebijakan hanya mementingkan diri sendiri saja. Kapan untuk rakyat?
Dengkek, Tabanan
Sinda, Siulan

 

Jalan Rusak
Momem Hari Pahlawan ini saya menyampaikan kalau akses jalan menuju Monumen di Munduk Malang Tabanan jalannya rusak parah seperti sungai. Saya sebagai masyarakat tidak melihat apakah itu jalan kabupaten atau provinsi yang penting ada perbaikan. Perbaikanpun tidak harus dihotmix cukup diaspal saja. Mohon diperhatikan bagi pemegang kebijakan.
Welek, Pesanggaran
Bu Vera, Tabanan

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>