Denpasar Kota Budaya Perkuat Jati Diri Lewat Ativitas Seni

By on September 3, 2015
TARI - Latihan tari yang diperkuat Seka Gong Anak-anak Br. Umadesa, Desa Peguyangan Kaja, Denut, saat menampilkan kebolehannya kepada Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, belum lama ini.

Peguyangan Kaja, DenPost
Bali tak pernah lepas dari aktivitas kesenian. Hampir di setiap sudut-sudut kabupaten/kota maupun desa di Bali, aktivitas berkesenian begitu tampak jelas. Dari kesenian Pulau Bali kini menjadi terkenal ke Mancanegara. Guna melestarikan apa yang menjadi warisanan para leluhur yang maha agung itu, perlu komitmen dan upaya nyata dari seluruh lapisan masyarakat seperti terus tumbuhnya jiwa berkesenian masyarakat Bali khususnya masyarakat  di Kota Denpasar. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sujati, saat meninjau latihan Seka Gong Anak-anak Br. Umadesa, Desa Peguyangan Kaja, Denut, belum lama ini.

Lebih jauh dikatakan Sujati, memproklamirkan diri sebagai Kota Berbasis Budaya diera modern sekarang ini tentu bukan perkara mudah. Denpasar dituntut untuk terus memperkuat basis budayanya melalui berbagai aktivitas seni dan budaya. Baik yang berskala besar maupun kecil yang nantinya diharapkan mampu membangun kreativitas, serta memperkuat jiwa berkesenian masyarakatnya.

Hal tersebut telah dibuktikan Denpasar, melalui berbagai even kesenian yang rutin digelar setiap tahun mulai dari tingkat banjar, desa/lurah, kecamatan dan Kota. Seperti ajang Porseni Desa, Porsenicam, Porkot, festival, parada seni dan budaya serta lain-lainnya. Di mana semua program tersebut, selalu disambut antusias masyarakat Kota Denpasar mulai dari usia dini hingga lansia.

Sambutan ini dibuktikan dengan terus menelorkan karya-karya seni yang fenomental. Hal ini tentu tak terlepas dari komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang terus memberikan perhatian dan fasilitas seperti pendampingan, pelatihan gratis, ruang untuk berkreasi dan lain sebagainya, sehingga Denpasar kini tumbuh menjadi Kota yang semakin kuat basis budayanya dan tetap eksis di tengah gempuran globalisasi. “Untuk itu saya berharap kepada anak-anak untuk ikut berperan menjaga, melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya yang kita miliki,’’ harap Sujati.

BACA  Brata Mahendra dan Rahma Putri Sandang Duta Endek 2015

Sujati juga tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para prajuru banjar, serta para orang tua yang dengan setia selalu memberikan  suport kepada anak-anaknya untuk berkreativitas.

Sementara Nyoman Suarsa alias Yang Pung, yang turut dalam pembinaan tersebut juga berkesempatan memberikan sedikit masukan terkait pelatihan tersebut. Pelatihan yang melibatkan seluruh seka kesenian di Kota Denpasar, rutin digelar setiap tahun. Sebagai langkah dan upaya untuk menggali bibit-bibit baru sekaligus sebagai upaya untuk memperkuat benteng budaya Kota Denpasar.(112)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>