Lagi, Gigitan Anjing Telan Korban

By on July 28, 2015

Bangli, DenPost
Kasus gigitan anjing kembali menelan korban jiwa. Kejadian yang menimpa I Komang Kartawan (23), asal Banjar Buayang, Desa Landih, Bangli, sekaligus membuktikan bahwa keinginan pemerintah menjadikan Bali bebas rabies gagal total. Korban yang digigit anjing tetangganya sekitar sebulan lalu meregang nyawa di RSUP Sanglah, Senin (27/7) pagi.

Informasi yang dihimpun DenPost di rumah duka menyebutkan anak ketiga pasangan suami-istri, I Nengah Geban (65) dengan Ni Wayan Janggi (60) digigit anjing milik Wayan Kari alias Pak Lala pada 21 Juni lalu. Saat program vaksinasi massal, anak anjing tersebut sudah divaksin oleh petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Kabupaten Bangli. Bagian yang digigit anjing tersebut yakni ujung jari kelingking tangan kiri. Setelah digigit anjing tersebut, korban sempat mencari vaksin anti-rabies (VAR) ke RSUD Bangli, tetapi saat itu VAR kosong.

Kepala Dinas Kesehatan Bangli, dr. Nengah Nadi, mengatakan telah meminta korban untuk mengobservasi anjing tersebut dan melapor ke Dinas Peternakan untuk diambil otaknya dan diuji lab. Selang beberapa hari, saat akan dilakukan vaksinasi massal, anjing tersebut sudah tidak ditemukan. Saat itu pula korban sudah diinformasikan untuk mengambil surat keterangan di Dinas Peternakan dan Perikanan dan RSUD Bangli untuk mendapatkan VAR di Denpasar. ’’Tetapi saat itu korban tidak datang,’’ kata dr. Nadi, didampingi Kadis Peternakan dan Perikanan, Nengah Sukarta.

Karena kondisi tersebut dinilai sangat darurat, pada 25 Juni korban kembali dihubungi untuk mengambil surat keterangan tersebut, tetapi tetap tidak direspons. Kemudian tanggal 25 Juli, sebulan setelah diminta mengambil rujukan, korban datang ke RSUD Bangli dengan keluhan kesemutan pada lengan kiri. Dia mengatakan memiliki riwayat gigitan anjing. Kemudian oleh pihak rumah sakit diberikan vaksin pertama kepada korban. Keesokan harinya, korban kembali diantar keluarganya ke RSUD Bangli dengan gejala muntah-muntah dan sesak napas. Karena kondisinya cukup kritis, dia langsung dirujuk ke RSUP Sanglah. ’’Sekitar pukul 09.30 tadi (kemarin-red) korban dinyatakan meninggal dengan diagnosa ensephalitis suspek rabies,’’ papar dr. Nadi.

BACA  Korsleting Penyebab Kebakaran

Sementara mengantisipasi berulangnya kasus serupa, pihaknya bakal menggencarkan eliminasi dan vaksinasi anjing yang menjadi target sasaran. Dinas Kesehatan juga bakal sweeping warga yang pernah digigit anjing sejak dua bulan belakangan dan belum mendapatkan VAR. ’’Sosialisasi dan penjelasan cara menangani gigitan anjing juga akan lebih digencarkan,’’ katanya.

Ditambahkan pula, sebelumnya VAR di Bangli memang sempat kosong. Tetapi sejak 7 Juli lalu stok VAR sudah ada 2.000 vial. (122)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>