Disbud Hidupkan Lagi Seni Pahat

By on July 21, 2015
PAHAT – Para pelajar saat mengikuti pelatihan memahat yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, beberapa wakti lalu.

Sumerta, DenPost
Sebagai Kota Budaya, Denpasar terus berupaya untuk menghidupkan kembali semua kearifan lokal yang dimiliki seperti seni pahat yang dulu pernah eksis hingga terkenal ke mancanegara yang kini mulai punah keberadaannya. Untuk mengembalikan hal tersebut, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menggelar pelatihan pahat gratis di kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, beberapa waktu lalu, dengan melibatkan siswa-siswi se-Kota Denpasar.

Menurut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Made Mudra, tujuan pelatihan itu untuk menggali bibit-bibit baru seniman pahat di Kota Denpasar. Dengan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan gratis memahat kepada para genarasi muda khususnya siswa-siswi yang ada di Kota Denpasar, sehingga kedepan secara bertahap melalui program ini Denpasar akan kembali bangkit dan menjadi barometer seni pahat di Bali.

Selain itu, hal ini sekaligus akan membuka dan memberi peluang baru bagi masa depan seni pahat/perpahatan maupun seni ukir di Kota Denpasar yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat seni pahatnya.

Sementara seorang seniman pahat asal Anggabaya, Penatih, Wayan Marya, yang juga selaku instruktur yang ditunjuk untuk melatih dan membina anak-anak, menyatakan, dirinya bersama dua orang intsruktur lainnya yakni Wayan Samudra, dan Made Arya, merasa bersyukur ditunjuk sebagai pembina. Sebab menurutnya, di Denpasar kini seniman pahat boleh dikatakan sangat sedikit jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Padahal dulu di era tahun 60-an hingga 80-an Denpasar terutama di daerah Panti, Penatih, Sesetan dan Kesiman bertebaran seniman-seniman pahat yang terkenal dengan produk patung orang yang membawa keranjang ayam.

Dengan adanya program pelatihan gratis pahat itu, dia berharap Denpasar akan kembali memiliki seniman-seniman pahat yang handal. Dia juga bersyukur kegiatan pahat memahat di Kota Denpasar belum habis dan masih ada sekelompok orang yang masih setia mau menggeluti dunia pahat memahat, seperti yang ada di Desa Anggabaya, Penatih di mana Wayan Marya bersama dua kelompok lainnya masih setia menggeluti dunia pahat-memahat hingga kini.

BACA  "Pujawali" di Pura Sakenan, Ida Batara "Nyejer" Tiga Hari

Dalam kegiatan pelatihan pahat itu, dia dan para instruktur lainnya sepakat untuk memberikan pengetahuan dasar di bidang memahat. Mulai dari mengenal jenis peralatan yang digunakan, fungsinya, bagaimana membuat pola, cara memegang pahat, cara memukul dan lain-lain. (112)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>