Ratusan Rumah Hancur Diterjang Angin Kencang

By on February 23, 2015
BENCANA – (Dari kiri ke kanan) Bupati Buleleng  Putu Agus Suradnyana didampingi Sekretaris Daerah Dewa Ketut Puspaka beserta jajaran SKPD lingkup Pemkab Buleleng ketika meninjau rumah warga yang hancur akibat angin kencang di Desa Pakisan dan Desa Bontihing, Minggu (22/2) kemarin. Rumah sederhana yang ditempati Ketut Purnata dan istrinya, Komang Suarti, di Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, juga hancur diterjang angin kencang. Petugas memotong dahan pohon yang menimpa rumah warga di Bangli.

Denpasar, DenPost
Puluhan rumah rusak akibat angin kencang yang menyapu Bali, Sabtu (1/2) lalu. Di Karangasm saja, sedikitnya 27 rumah rusak, 16 di antaranya rusak berat. Selain akibat terhempas angin, kerusakan juga terhadi akibat tertimpa pohon tumbang. Sedangkan di Buleleng tercatat 34 rumah rusak. Hal ini belum termasuk di kabupaten lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Minggu (22/2) kemarin, mengatakan, angin kencang setidaknya memicu pohon tumbang di 65 lokasi. Pohon tumbang terjadi di semua kecamatan di Karangasem, dan paling sedikit terjadi di wilayah Bebandem. ‘’Proses evakuasi dampak bencana, kami lakukan sejak hari pertama, lalu kami lanjutkan hari ini (Minggu kemarin),’’ terangnya.

Ratusan Rumah Hancur Diterjang Angin Kencang-2

Pada kegiatan pembersihan kemarin, BPBD kembali mengerahkan semua kekuatan. Sebanyak 28 personel yang dibagi menjadi empat tim, diterjunkan untuk menyisir titik-titik lokasi yang belum tertangani. Evakuasi dampak bencana juga melibatkan petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH), Satpol PP dan Pos SAR Karangasem. ‘’Pembersihan kami prioritaskan di jalan utama Amlapura-Klungkng dan Amlapura-Singaraja,’’ jelas IB Arimbawa.

Kerusakan rumah yang terjadi bervariasi, mulai dari kerusakan pada atap hingga bangunan roboh. Untuk warga yang rumahnya roboh, diharapkan mengungsi untuk sementara waktu. Arimbawa berjanji, akan mengusulkan bantuan dari BPBD Bali. Sedangkan untuk yang hanya rusak pada bagian atap, sudah ditangani dengan bantuan terpal oleh Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem.

Bencana angin kencang di Jembrana, juga mengakibatkan rumah anggota keluarga miskin hancur. Rumah tersebut ditempati Ketut Purnata (36) dan istrinya, Komang Suarti (35), di Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo.

Suarti ditemui di rumahnya Minggu kemarin mengatakan bahwa saat kejadian Sabtu (21/2) lalu pukul 16.00 dia mencari makanan kambing. Sedangkan suaminya yang baru saja sembuh dari sakit, bekerja di proyek bangunan. “Hanya tinggal mertua saya di rumah. Ketika hujan-angin itulah rumah yang kami tempati roboh,” jelas Suarti.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun hanya rumahnya yang berukuran 4 meter X 3 meter yang berbahan bambu, seng, dan asbes, hancur. Sedangkan televisi dan beberapa barang lainnya berhasil diselamatkan. Kini untuk tidur, Purnata dan keluarganya menumpang di rumah kakaknya, Purdana.

BACA  Pekerja Sumur Bor Tewas di Rumah Polisi

Kelian Dinas Banjar Kepuh Gusti Ketut Sudarta saat ditemui di lokasi kejadian Minggu kemarin mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan Ketut Purnata ke dalam buku merah. Sebelumnya kakak Purnata yakni  Kadek Purdana (40), yang menempati rumah itu, sudah mendapat bantuan bedah rumah tahun 2011. “Mereka sudah mendapat raskin dan masuk dalam daftar program simpanan keluarga sejahtera. Nanti kami ajukan mereka masuk buku merah,” jelasnya.

Perbekel Mendoyo Dauh Tukad Ida Bagus Purnawirawan menambahkan, bakal mengusulkan Ketut Purnata masuk buku merah sehingga tahun 2016 nanti diprioritaskan mendapat bantuan bedah rumah. Namun untuk mewujudkan tempat tinggal sementara dan sambil menunggu bantuan bedah rumah, pihaknya membantu secara swadaya dari desa.

 

Rusak Belasan Rumah

Sementara itu di Desa Kutuh, Kintamani, angin kencang merusak belasan rumah warga. Atap rumah warga beterbangan diterjang angin, bahkan dua di antaranya ambruk. Bale pebatan di Pura Puseh setempat juga rusak parah.

Perbekel Kutuh Wayan Pasek mengatakan, dari belasan atap rumah yang beterbangan, dua di antaranya di Banjar Angan Sari jebol hingga rusak parah. Balai parumah di pura bale agung juga bergeser. Untung warga cepat tanggap sehingga bangunan tidak sampai ambruk. Pasek menambahkan, kerusakan hebat juga terjadi pada lahan pertanian warga. Pohon cengkeh dan durian yang berbuah, nyaris semuanya balbal (patah) sehingga menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Sedangkan di SDN 4 Desa Tiga, Susut, ruang guru sekolah ditimpa pohon cemara yang tumbuh di halaman. Bagian atap rusak parah.

Ratusan Rumah Hancur Diterjang Angin Kencang-3

Kepala BPBD Bangli, Wayan Karmawan, mengatakan, pohon tumbang hampir terjadi merata di Kabupaten Bangli. Sedangkan angin kencang yang merusak puluhan rumah masing-masing terdapat di Desa Subaya; Kutuh, dan Dusun Kubusalya, Desa Sukawana. Diprediksi 50 rumah warga rusak. Selain itu, belasan bangunan palinggih roboh akibat angin kencang, dan sejumlah merajan hancur ditimpa pohon tumbang. Kerugian yang diakibatkannya ditaksir miliaran rupiah. ‘’Kami masih medata kerusakan yang diakibatkan angin kencang,’’tandasnya. Sedikitnya dua KK warga juga terpaksa harus mengungsi karena rumahnya ambruk.

BACA  Garong Spesialis Pembobol Rumah Didor

Khusus untuk di Buleleng, BPBD setempat untuk sementara ini mencatat 34 rumah rusak di dua kecamatan yakni : 25 rumah di Desa Pakisan, enam rumah di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, dua  rumah di Desa Bebetin, dan satu rumah di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan. Total kerugiannya mencapai Rp 500 juta.

Musibah putting-beliung juga menyebabkan seorang warga Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Made Sutarsa, harus dirawat di Rumah Sakit Paramasidhi, Singaraja, akibat tertimpa pohon tumbang di desanya.  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng,  Ketut Yasa, Minggu kemarin mengungkapkan, kondisi siaga masih diberlakukan untuk personel BPBD Kabupaten Buleleng. Ia pun berharap, masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.’’Bencana terjadi secara sporadis dan kami cukup kewalahan untuk melakukan penanganan yang cepat. Dua puluh personel BPDB kami terjunkan yang dibantu masyarakat, relawan, TNI, dan Polri, dalam bentuk tim-tim kecil,’’ tegasnya.

Bupati Buleleng  Putu Agus Suradnyana didampingi Sekretaris Daerah Dewa Ketut Puspaka beserta jajaran SKPD lingkup Pemkab Buleleng turun gunung meninjau lokasi bencana di Desa Pakisan dan Desa Bontihing. Bupati menginstruksikan kepada BPBD agar terus mencari data untuk memastikan berapa banyak rumah warga yang rusak akibat angin puting-beliung. “ Kami sudah instruksikan BPBD untuk terus memverifikasi rumah warga yang rusak akibat angina. Nanti kami bawa datanya ke provinsi agar secepatnya diberikan bantuan oleh provinsi,”  ujar Bupati Agus Suradnyana.

Dia mengimbau masyarakat di pesisir agar berhati – hati mengingat cuaca buruk belakangan ini. ‘’Kami juga sudah minta DKP untuk memotong pohon–pohon perindang di pinggir jalan yang dianggap berbahaya,’’imbuh Bupati. Pada kesempatan itu Bupati PAS yang didampingi Sekda Dewa Ketut Puspaka menyerahkan secara simbolis beberapa paket sembako kepada korban. (117/118/122)

Komentar

Komentar

About freshcms

2 Comments

  1. ady

    February 27, 2015 at 12:42 PM

    Semoga mendapat perhatian dari yang berwenang

  2. satrya

    March 1, 2015 at 10:53 PM

    Akhir-akhir ini cuaca sangat buruk sekali sehingga kita perlu waspada terhadap musibah yang datang bisa kapan saja.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>