Tim Penilai dan ST Sepakat

By on January 9, 2015
STEROFOAM DILARANG- Salah satu ogoh-ogoh berbahan sterofoam yang tidak diperkenanakan lagi dalam pembuatan ogoh-ogoh tahun 2015 ini, menyusul kesepakatan antara tim penilai dan ST di kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Kamis (8/1) kemarin.

Ogoh-ogoh dari Bahan Tradisional

Sumerta, DenPost    
Tim Penilai Ogoh-ogoh Kota Denpasar tahun 2015 akhirnya memutuskan, ogoh-ogoh yang ikut seleksi tahun ini harus total menggunakan bahan tradisional yang ramah lingkungan. Hal tersebut diungkapkan Butu Antara, salah seorang Ketua Tim Penilai usai menggelar rapat dengan para perwakilan seka teruna (ST), desa/lurah, dan kecamatan se-Kota Denpasar di Studio Lila Ulangun kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Kamis (8/1) kemarin.

Mudah didapat, mudah dibentuk dan indah dilihat. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa masyarakat lebih condong memilih sterofoam sebagai bahan utama ogoh-ogoh. Tak dipungkiri sejak dikenalnya sterofoam, masyarakat tak lagi melirik bambu sebagai bahan utama membuat ogoh-ogoh. Namun, di balik kevaforitan bahan tersebut, tak disadari sterofoam ternyata mengandung zat kimia beracun berbahaya , yakni zat yang dapat merusak saraf dan kekebalan tubuh manusia jika terhirup apalagi terkonsumsi.

Di mana zat ini bisa mengakibatkan infeksi, keracunan, kanker, mandul, gangguan pernapasan, dan lain-lain. Menyadari akan bahaya tersebut, seluruh ST di Kota Denpasar akhirnya sepakat tak lagi menggunakan sterofoam sebagai bahan dasar membuat ogoh-ogoh. Pernyataan sikap positif dari kalangan generasi muda inipun, disambut positif pemerintah maupun kalangan masyarakat umum. Dibuktikan dengan keluarnya keputusan bersama yang dituangkan dalam butir-butir kriteria seleksi ogoh-ogoh 2015, yang menyatakan para peserta seleksi ogoh-ogoh tahun 2015 diwajibkan  menggunakan bahan tradisional, seperti menggunakan bambu untuk bahan ulatan kepala, badan ataupun lengan. Atau boleh juga menggunakan bahan kayu untuk tapelnya termasuk menggunakan besi untuk rangkanya. Disamping itu, untuk rambut ogoh-ogoh panitia juga membolehkan menggunakan bahan lain asalkan tidak bahan sterofoam.

Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Made Mudra, ditemui terpisah menilai hal itu merupakan pilihan cerdas. Sebab, jika penggunaan sterofoam ini dipaksanakan selain merugikan diri sendiri dan orang lain karena zat yang dikandungnya, nilai kebersaman dan gotong-royong yang diajarkan leluhur juga bisa hilang. ‘’Memang dipilihnya bahan sterofoam tidak lepas dari jiwa kreativitas para generasi muda yang selalu ingin berinovasi. Namun mengingat dampak yang ditimbulkan dapat mengancan keselamatan manusia dan lingkungan, ya harus kita hindari,’’ tandasnya. (112)

Komentar

Komentar

BACA  Disbud Hidupkan Lagi Seni Pahat

About freshcms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>