Buang Limbah Sembarangan

By on November 1, 2014
SABLON DITUTUP – Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Denpasar, I Gede Sudana bersama angotanya menertibkan usaha sablon, Jumat (31/10) kemarin.

Tiga Usah Sablon Ditutup Pol.PP

Pedungan, DenPost

Polisi Pamong Praja (Pol.PP) Kota Denpasar menutup tiga usaha sablon di Jalan Pulau Bangka, Gang II/13 X, Lingkungan Banjar Sawah, Pedungan, Jumat (31/10) kemarin. Ketiga usaha sablon tersebut, diketahui membuang limbah sembarangan ke aliran sungai subak Karding.

Kasatpol PP Kota Denpasar, IB Alit Wiradana didampingi Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan, I Gede Sudana, mengatakan, sebelum melakukan penyegalan, terlebih dahulu memanggil ketiga pemilik usaha sablon tersebut. Sayangnya, yang datang hanya dua pemilik usaha, yakni Usman dan Safriudin dan satu lagi Manasah tidak datang alias mangkir. Sementara Usman saat diperiksa kelengkapan izinnya yang berlokasi di Jl. Pulau Enggano, Br, Begawan, Kelurahan Pedungan ternyata sudah memiliki izin, tapi sudah mati tahun 2013.

Alit Wiradana mengaku, penertiban sekaligus penyegelan usaha sablon bodong tersebut menindakaljuti laporan masyarakat dan petani, bahwa sungai yang mengaliri sawahnya tercemar limbah sablon. Setelah dilakukan penelusuran  bersama aparat kelurahan, ternyata ditemukan usaha sablon di Jl. Pulau Enggano dan Jl. Pulau Bangka. Ketiga pemilik usaha sablon tersebut melanggar Perda nonor 3 tahun 2000 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum, Perda Nomnor 6 tahun 2001 tentang izin Bangunan-Bangunan dan Perda Nomor 7 tahun 2005 tentang Izin Tempat Usaha dan HO. “Kami tidak memberikan toleransi terhadap pengsuha sablon yang membuang limbah sembarangan ke sungai. Apalagi limbah yang dihasilkan  tersebut mengandung zat kimia berbahaya bagi manusia, maupun lahan pertanian masyarakat,’’ ujar Alit Wiradana.

Dia menyatakan, pihaknya akan melanjutkan penertiban ratusan usaha sablon tanpa izin dan membuang limbah sembarangan ke sungai di Jl. Pulau Enggano dan Pulau Bangka. Pasalnya, usaha sablon yang di atas tanah kontrakan tersebut harus memiliki pengolahan limbah, bukan buang sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. “Pengusaha sablon haru memiliki etikad baik untuk mengurus kelengkapan izin, bukan beroperasi ilegal. Jangan sampai lingkungan terkontaminasi limbah yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,’’ tegasnya.

BACA  Soal Baliho Dharma-Negara

Pemilik usaha sablon, Safriudin meminta kepada Pol. PP tidak pilih kasih dalam mengambil tindakan terhadap usahanya. Jika disegel, jangan hanya miliknya melainkan masih banyak usaha sablon di Jl. Bangka tidak mengantongi izin dan membuang limbah ke sungai. “Saya sudah memiliki penampungan limbah, namun tidak bisa mengolahnya karena daya tampungnya sudah tidak muat lagi, sehingga meluber ke sungai,’’ katanya.

Dia mengaku, semua usaha sablon di samping membuang limbah ke sungai dan tidak ada yang memiliki izin. “Semua pengusaha sablon buang limbah sembarangan. Kalau ada yang tidak mengaku berarti itu orangnya munafik,’’ tegasnya. (103)

Komentar

Komentar

About freshcms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>